KALBAR SAMBAS, Discoverynews.id ~ Suara ketukan pintu dan kabar duka pada Jumat pagi, 2 Oktober 2026, meremukkan seluruh sendi kehidupan Iwan Setiawan selaku abang kandung korban dalam sekejap, Iwan Setiawan saat diwawancara media Sabtu (03/10/2026) dikediaman rumah korban.
Di balik dinding rumah di Dusun Nahoda, Desa Kuala, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, sang adik tercinta yang berinisial L ditemukan tak bernyawa di dalam kamar dengan kondisi tertutup selimut dan berlumuran darah.
Yang membuat Iwan dan seluruh keluarga nyaris tidak percaya, tragedi berdarah yang merenggut nyawa adiknya itu terjadi hanya berselang satu hari setelah meja mediasi meredakan ketegangan rumah tangga korban bersama suaminya yang berinisial W.
Bagi Iwan, ingatan tentang hari Kamis, 1 Oktober 2026, masih terpatri jelas di benaknya sebagai upaya terakhir keluarga untuk melindungi adiknya dari ancaman bahaya.
Dengan melibatkan tokoh agama, paman, serta kerabat dekat, sebuah pertemuan kekeluargaan digelar di rumah kakak mereka di Desa Kuala demi mencari jalan damai atas kemelut rumah tangga yang mendera mereka berdua.
Mediasi tersebut terpaksa ditempuh lantaran sang adik sempat kabur dan meninggalkan rumah karena diliputi rasa takut yang amat sangat akibat dugaan ancaman dari suaminya sendiri.
Di hadapan para pemuka adat dan keluarga besar saat itu, Iwan menyaksikan bagaimana kedua belah pihak akhirnya bersedia melunak dan sepakat untuk mengakhiri perselisihan rumah tangga tersebut.
Keputusan besar diambil demi kebaikan bersama, di mana adiknya setuju untuk kembali pulang ke rumah bersama suaminya dengan keyakinan bahwa suasana telah kembali aman dan kondusif.
Tidak ada sedikit pun firasat di benak sang abang bahwa perdamaian yang baru saja disepakati dengan susah payah justru menjadi babak akhir yang sangat menyesakkan.
Namun, dunia Iwan mendadak runtuh ketika matahari Jumat pagi baru saja menampakkan sinarnya dan membawa berita yang mengubah segalanya secara drastis bagi keluarganya.
Alih-alih mendapati rumah tangga adiknya membaik, ia justru mendapati L terbujur kaku di atas tempat tidur dalam kondisi mengenaskan, sementara sang suami dilaporkan telah menghilang entah ke mana meninggalkan lokasi kejadian.
Hilangnya W secara tiba-tiba di tengah penemuan jasad korban semakin memperkuat kecurigaan mendalam dari pihak keluarga atas keterlibatannya dalam kematian tragis sang adik.
Kini, Iwan sebagai abang kandung korban hanya bisa meratapi kepergian adiknya sambil menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian yang tengah bekerja keras mengurai benang kusut misteri kematian ini.
Meski penyidik kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa secara objektif dan belum menarik kesimpulan akhir, luka batin Iwan telanjur menganga lebar akibat kehilangan anggota keluarga tersayang dengan cara yang sangat tragis.
(Tim/Red)










Komentar