MAMUJU, Discoverynews.id — Kejuaraan Gateball Piala Gubernur Sulawesi Barat 2026 menjadi gambaran semakin berkembangnya olahraga gateball di Sulawesi Barat. Meski masih harus mengejar pengalaman bertanding dari daerah lain, atlet Sulbar mulai menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat regional.
Lebih dari 200 peserta dari Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan ambil bagian dalam kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari di Gateball Arena Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Barat.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan dua kategori, yakni Triple dan Double, sebelum resmi ditutup Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana yang mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka, Minggu (4/10/2026).
Junda yang juga Ketua Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sulbar mengatakan, hasil pertandingan menunjukkan Sulawesi Tengah masih memiliki keunggulan dari sisi pengalaman bertanding.
Pada kategori Double, juara pertama diraih BWS Sulawesi V Mamuju, disusul Bima Sulteng C sebagai juara kedua, Pergatsi Sulteng A juara ketiga dan Waterlife GC A di posisi keempat.
Sementara kategori Triple dimenangi Pergatsi Sulteng A. Posisi kedua ditempati Bima Sulteng A GC, Waterlife GC B di posisi ketiga dan Sileporan GC sebagai juara keempat.
Menurut Junda, dominasi Sulawesi Tengah tidak terlepas dari pengalaman para atlet yang lebih dahulu berkembang dan memiliki kesempatan bertanding lebih banyak.
“Ini menunjukkan bahwa memang Sulawesi Tengah ini lebih dulu. Jam terbangnya, jam latihannya, jam pertandingannya itu telah banyak,” kata Junda.
Meski demikian, Junda menilai perkembangan gateball di Sulawesi Barat mulai menunjukkan arah positif. Sejumlah atlet Sulbar telah mampu bersaing dan meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan.
Karena itu, salah satu kebutuhan utama untuk meningkatkan kemampuan atlet Sulbar adalah memperbanyak event dan kesempatan bertanding.
“Perlu dukungan semua pihak, utamanya pemerintah daerah untuk senantiasa memberikan event-event agar mereka banyak bertanding. Jam terbang semakin banyak itu semakin terampil,” ujarnya.
Junda juga mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Kejuaraan Gateball Piala Gubernur Sulbar. Ia menyebut kegiatan tersebut dapat terlaksana tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Tidak ada APBD. Ini murni swadaya,” katanya.
Menurut Junda, pembiayaan kejuaraan berasal dari uang pendaftaran peserta serta dukungan sponsorship dari berbagai pihak, termasuk balai jalan, pihak swasta dan sejumlah sponsor lainnya.
Pola gotong royong tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa sebuah event olahraga tetap dapat dilaksanakan secara baik melalui kolaborasi berbagai pihak.
Ia berharap dukungan tersebut terus berkembang sehingga penyelenggaraan kejuaraan gateball di Sulawesi Barat ke depan semakin berkualitas dan mampu menjadi wadah pembinaan atlet berprestasi.
Junda juga melihat peluang besar bagi gateball untuk berkembang sebagai olahraga prestasi di Sulbar. Menurutnya, karakteristik pemain gateball di Indonesia berbeda dengan negara seperti Jepang yang lebih banyak memainkan olahraga tersebut sebagai olahraga masyarakat bagi kelompok usia lebih tua.
“Kalau di Jepang, gateball ini orang tua yang main, yang 50 ke atas usianya. Tapi kalau yang bertanding tadi ini rata-rata di bawah 50 untuk di Indonesia pada umumnya. Di Sulawesi Barat juga kita rata-rata pemainnya di bawah 40 tahun,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi Sulbar untuk membangun regenerasi atlet sejak dini. Terlebih, gateball telah masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang olahraga tingkat nasional.
Sulawesi Barat sendiri telah dua kali mengikuti ajang nasional dan pernah meraih medali perak pada nomor Tunggal Putri.
Usai Kejuaraan Piala Gubernur Sulbar, Pergatsi Sulbar langsung menyiapkan langkah berikutnya. Para atlet yang tampil dan meraih hasil terbaik akan diseleksi untuk memperkuat kontingen Sulbar pada Kejuaraan Nasional yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
“Kita ke depan, kita support itu. Minggu depan ini ada kejuaraan nasional. Tadi saya sudah minta yang juara-juara itu kita seleksi, kita kirim lagi untuk mengikuti kejuaraan nasional,” ujar Junda.
Ia pun menyampaikan selamat kepada seluruh atlet yang berhasil meraih juara. Junda mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan dalam pertandingan merupakan bagian dari proses membangun pengalaman dan meningkatkan kemampuan atlet.
Kejuaraan Gateball Piala Gubernur Sulbar 2026 pun tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi sekaligus menjadi momentum memperkuat pembinaan, memperbanyak jam terbang dan menyiapkan atlet Sulbar agar semakin kompetitif di level nasional.










Komentar