Tanggamus, Discoverynews.id — Mutasi sejumlah pejabat lingkungan Pemerintah Tanggamus, kini kembali menjadi Sorotan publik. Satu di antaranya pergeseran Kepala UPTD Puskesmas Gunung Sari, Kecamatan Ulu Belu, yang sebelumnya dijabat oleh Eni Sapriani. Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 78 pejabat di Gedung Serba Guna (GSG) Islamic Center Kotaagung, Rabu (26/8/2026), Eni Sapriani kini resmi menjabat sebagai kepala UPTD Puskesmas Margoyoso
”Sementara posisi Kepala UPTD Puskesmas Gunung Sari yang sebelum nya iya jabat dipimpin oleh Ns. Meli Sugiarti. Pergantian tersebut menuai pro dan kontra lantaran Puskesmas Gunung Sari sebelumnya sempat menggempar kan masyarakat kabupaten Tanggamus, terkait beberapa persoalan yang mencuat ke publik salah satu nya terkait pencurian dan penjualan infus.
”dan Berbagai permasalahan lain nya hal tersebur kini tengah menjadi perbincangan publik, akan tetapi pergantian jabatan Eni Sapriani menjadi tanda tanya besar dikalangan elit politik, apakah ini yang dinamakan jual beli jabat, sehingga pejabat yang tersandung kasus masih diberikan jabat atau janji politik bupati tanggamus.
aparat pengawas internal pemerintah (APIP) inspektorat Tanggamus! tidak Berani bertindak tegas ,atau kah kini inspektorat di sebut macan ompong sehingga tak mampu tangani kasus yang menjerat eni sepriani mantan kapus gunung sari Ulu Belu. sehingga iya masih diberi kan kepercayaan kembali sebagai kapus Margoyoso.publik meminta kepada bupati Tanggamus agar mengevaluasi kinerja dan jabatan eni sepriani
bergesernya pimpinan Puskesmas Gunung Sari di tengah sejumlah persoalan yang pernah mencuat tentu menimbulkan pertanyaan publik, apakah persoalan sebelumnya akan ikut diselesaikan atau berhenti bersamaan dengan pergantian pejabat? Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, dalam sambutannya menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi dalam struktur birokrasi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Jabatan yang kalian emban bukanlah sekadar kedudukan dalam struktur organisasi. Di balik itu terdapat amanah dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan,” kata Saleh Asnawi. Pesan tersebut menjadi penting, khususnya bagi jajaran pengelola pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.Kesehatan Masyarakat Puskesmas bukan hanya tempat pelayanan medis, tetapi juga institusi yang dituntut mampu mengelola anggaran, obat-obatan, tenaga kesehatan dan berbagai sumber daya secara transparan serta akuntabel.
Bupati juga meminta pejabat yang baru dilantik tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi. Mereka dituntut mampu membaca persoalan, menciptakan inovasi dan memastikan seluruh jajaran bekerja dalam satu arah
(TOMI)










Komentar