oleh

Kalbar Perpanjang Darurat Asap di Tengah Asap Kiriman dan Amukan Api Lahan yang Tak Terpadamkan di Borneo

PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan berat hati kembali mengambil langkah tegas demi keselamatan bersama.

Status tanggap darurat penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang seharusnya telah berakhir kini resmi diperpanjang selama 14 hari ke depan terhitung mulai tanggal 5 Oktober 2026.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Keputusan krusial dan penuh pertimbangan matang ini diumumkan langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Barat, Ridwan, saat memaparkan kondisi mutakhir di lapangan.

Bertempat di Kantor BPBD Kalbar yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Kota Pontianak, pada Senin, 5 Oktober 2026, ia menyampaikan laporan yang mengiris hati mengenai situasi darurat yang masih mencekam wilayah ini.

Di hadapan para awak media, ia membeberkan bagaimana titik-titik api baru terus bermunculan seolah tak ada habisnya melawan keringnya tanah gambut.

Perpanjangan masa darurat ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan cerminan dari betapa ganasnya amukan si jago merah yang masih membakar ribuan hektare lahan di berbagai kabupaten.

Berdasarkan data pemantauan cuaca dan citra satelit terbaru, potensi kemarau panjang serta tiupan angin kencang telah membuat upaya pemadaman darat dan udara menjadi sebuah pertarungan hidup dan mati bagi para petugas.

Mereka harus berjibaku siang dan malam, menembus kabut asap yang menyesakkan, demi menjinakkan kobaran api yang terus merembet di lahan-lahan gambut yang menyimpan bara tersembunyi.

Ancaman nyata ini tidak hanya berdampak pada kerusakan ekosistem yang luar biasa parah, tetapi juga mulai melumpuhkan aktivitas sosial serta perekonomian masyarakat luas.

Laporan kasus infeksi saluran pernapasan akut mulai merangkak naik, memaksa anak-anak kembali mengenakan masker pelindung saat beraktivitas di luar ruangan demi menghindari racun asap yang terbawa angin.

Pemerintah daerah menyadari sepenuhnya bahwa keselamatan warga adalah hukum tertinggi yang harus dijaga di atas segalanya, sehingga pengerahan seluruh sumber daya dan personel gabungan kini berada dalam siaga penuh.

Melalui perpanjangan status tanggap darurat ini, koordinasi lintas sektoral antara TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, serta instansi terkait akan terus diperkuat secara masif tanpa kenal kompromi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan bahwa operasi pemadaman lewat jalur udara menggunakan helikopter water bombing akan digencarkan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui darat.

Segala daya dan upaya dikerahkan secara maksimal untuk memadamkan amukan api sebelum bencana asap ini semakin melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat Bumi Tanjungpura.

Ridwan juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi serta menghentikan segala bentuk aktivitas pembakaran lahan sekecil apapun di musim rentan ini.

Kesadaran kolektif dari setiap warga menjadi benteng pertahanan terakhir yang sangat menentukan cepat atau lambatnya bencana asap ini bisa diakhiri.

Diperlukan kerja sama yang erat dan kepedulian bersama agar langit Kalimantan Barat bisa kembali biru, bersih, dan aman untuk dihirup oleh generasi masa depan.

Perjuangan memadamkan amukan api di atas tanah gambut Kalimantan Barat kini memasuki babak yang paling melelahkan sekaligus menentukan bagi kelangsungan hidup jutaan jiwa.

Di balik kepulan asap pekat yang membubung tinggi ke angkasa, tersimpan harapan besar bahwa ketegasan pemerintah dan kerja keras para pahlawan kemanusiaan di lapangan akan segera membuahkan hasil nyata.

(Red)

Komentar

News Feed