oleh

MIRIS! Ratusan Karung Beras di Kelurahan Sayang Cianjur Tak Tersalurkan, Lurah: Terkendala Desil 5 Ke Atas, Sisa Balik ke Bulog

CIANJUR,://DiscoveryNews.id – Penyaluran bantuan beras di Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, terkendala. Ratusan karung beras dilaporkan belum tersalurkan kepada masyarakat dan berpotensi dikembalikan lagi ke Badan Urusan Logistik (Bulog). Miris kelurahan sayang masih banyak warga yang di bawah penghasilan dari umr
Rumah ngantrak apa yang salah dari permasalahan ini ?

Fakta tersebut terungkap dari keterangan Lurah Sayang, Waji, saat dikonfirmasi wartawan. Ia membenarkan masih banyak beras yang menumpuk di kelurahan karena terbentur aturan desil penerima manfaat.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

“Wa’alaikumsalam iya pak, masih banyak beras belum tersalurkan karena terkendala desil 5 ke atas pak. Dan sisa beras dikembalikan lagi ke Bulog pak,” ujar Lurah Waji melalui pesan singkat kepada http://DiscoveryNews.id, Senin (6/10/2026).

Pernyataan tersebut sontak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, di saat banyak warga mengeluh harga beras mahal, bantuan pangan justru tidak sampai ke tangan warga dan harus kembali ke gudang Bulog.

Apa Itu Kendala Desil 5 Ke Atas?

Berdasarkan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penerima bantuan pangan hanya diprioritaskan untuk kelompok desil 1 hingga 4 (kelompok miskin ekstrem hingga rentan). Sementara warga yang masuk desil 5 ke atas dinilai sudah masuk kategori mampu dan tidak berhak menerima bantuan beras 10 kg tersebut.

Masalahnya, data desil di lapangan dinilai tidak akurat. Banyak warga yang secara ekonomi masih kesulitan, namun dalam sistem tercatat sebagai desil 5, 6, bahkan 8, sehingga namanya otomatis terblokir dan beras tidak bisa disalurkan.

Akibatnya, beras bantuan yang sudah tiba di kelurahan tidak memiliki penerima yang sah sesuai data, sehingga harus tertahan dan sesuai regulasi harus dikembalikan ke Bulog jika tidak tersalurkan.

Kondisi ini memicu kekecewaan. Warga yang merasa layak justru tidak dapat, sementara beras yang sudah ada di depan mata harus balik lagi.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Sosial Kabupaten Cianjur dan pihak Bulog Cabang Cianjur belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme pengembalian beras serta solusi pemutakhiran data desil agar bantuan tepat sasaran.

Publik berharap pemerintah daerah segera melakukan verifikasi dan validasi ulang data desil secara faktual di lapangan, agar bantuan pangan tidak lagi menumpuk di kantor kelurahan sementara rakyat masih menjerit butuh

Tomi Hendrawan
Author: Tomi Hendrawan

Komentar