oleh

Mengenal Lebih Dekat Profil Singkat Daud Yordan

PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Lahir pada 10 Juni 1987, pria yang kini menginjak usia 39 tahun tersebut membuktikan bahwa kedisiplinan dan kerja keras mampu membawanya menembus batas prestasi lintas bidang, dari dunia olahraga hingga panggung politik nasional.

Perjalanan karier Daud di dunia adu jotos telah teruji selama lebih dari dua dekade sejak pertama kali melakoni debut profesionalnya pada 25 Agustus 2004.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Sepanjang kiprahnya yang gemilang, pemilik julukan “The Boxing Senator” ini sukses mengantongi rekor impresif 48-5 dengan 42 kemenangan, di mana sebagian besar diraih melalui kemenangan KO.

Deretan gelar bergengsi seperti juara dunia kelas bulu IBO, kelas ringan IBO, hingga kelas ringan super IBA semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu petinju legenda terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Semangat juang tinggi sang atlet kini tengah difokuskan untuk menyambut ajang “Back to Champion 2026” yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober 2026 di GOR Terpadu Pangsuma, Pontianak.

Pertandingan akbar ini bukan sekadar unjuk gigi di atas kanvas, melainkan bagian dari langkah strategis dan persiapan matang Daud sebelum menghadapi rencana duel besar melawan petinju legendaris dunia, Manny Pacquiao, pada tahun 2027 mendatang.

Dedikasi tanpa henti ini menunjukkan bahwa mentalitas juara dalam diri Daud sama sekali tidak pernah luntur.

Di balik gemerlap lampu arena pertandingan, Daud juga menjejaki babak baru dalam hidupnya sebagai seorang pelayan masyarakat melalui jalur politik formal.

Berkat dukungan suara yang masif dari daerah pemilihan Kalimantan Barat, ia resmi dilantik sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk periode masa bakti 2024–2029.

Melalui kursi senator tersebut, ia aktif menyuarakan berbagai isu krusial seperti pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, serta kemajuan daerah tertinggal di provinsi tercintanya.

Tak hanya itu, latar belakangnya sebagai atlet elit membuat Daud sangat peduli terhadap masa depan dan kesejahteraan para insan olahraga di tanah air.

Ia secara konsisten memperjuangkan kebijakan serta fasilitas yang lebih layak agar atlet-atlet daerah mendapatkan perhatian yang setimpal dalam mengembangkan bakat mereka.

Perpaduan harmonis antara ketangguhan mental seorang petinju profesional dan ketulusan hati seorang politikus menjadikan sosok Daud “Cino” Yordan sebagai sumber inspirasi sejati bagi generasi muda Indonesia.

(Red)

Komentar