DiscoveryNews.id – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda, H. Abdalloh, bersama Ketua Yayasan, Hj. Ai Masriah, mengajak para orang tua santri untuk memperkuat kerja sama dalam mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kedisiplinan dalam menuntut ilmu agama.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Ponpes Miftahul Huda, Hj. Ai Masriah, menekankan pentingnya dukungan dan kepercayaan orang tua terhadap program pendidikan serta aturan yang diterapkan di lingkungan pesantren.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah aturan, di antaranya larangan membawa telepon genggam (HP) dan kendaraan bermotor, merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, sehingga para santri dapat lebih fokus dalam belajar dan menghafal pelajaran.
Hj. Ai Masriah juga berpesan kepada para orang tua yang telah menitipkan putra-putrinya di pesantren agar memberikan kepercayaan kepada para guru dalam membimbing dan mendidik santri.
Menurutnya, sinergi antara orang tua dan pihak pesantren sangat diperlukan demi keberhasilan pendidikan anak. Ia pun mengingatkan agar orang tua tidak mudah terpengaruh oleh informasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat mengganggu kepercayaan terhadap proses pendidikan di pesantren.
Sementara itu, dalam sambutannya, perwakilan dewan kiai dan dewan guru, Aj. Tasrehudin, S.H., menyampaikan bahwa kepatuhan dan kedisiplinan merupakan kunci utama bagi santri untuk mencapai target pembelajaran, khususnya dalam menghafal Al-Qur’an dan mempelajari kitab-kitab klasik Islam.
Ia menjelaskan, santri yang taat terhadap aturan serta tekun mengikuti kegiatan pembelajaran akan lebih mudah mencapai target hafalan dan memahami berbagai kitab yang dipelajari di pesantren.
Beberapa kitab yang menjadi bagian dari pembelajaran di antaranya Jurumiyah, Imriti, Yaqulu, Alfiyah, serta berbagai kitab kuning lainnya.
Menurutnya, keberhasilan santri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dalam menghafal, tetapi juga oleh kesungguhan, ketekunan, dan kedisiplinan dalam menjalani proses pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 santri diwisuda sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan pencapaian mereka selama menempuh pendidikan di Ponpes Miftahul Huda.
Wisuda ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan semangat para santri dalam memperdalam ilmu agama, sekaligus memperkuat komitmen orang tua dan tenaga pendidik dalam membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui kerja sama yang baik antara pihak pesantren, yayasan, dewan guru, dan orang tua, Ponpes Miftahul Huda diharapkan terus melahirkan generasi penerus yang memiliki landasan agama yang kuat serta mampu mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
















Komentar