oleh

Fenomena Aneh di Cianjur Selatan: Kemarau Air Kali Ciselang Malah Naik, Puluhan Pelajar Terancam Putus Sekolah

CIANJUR SELATAN, DiscoveryNews.id – Ada fenomena aneh yang terjadi di perbatasan Cianjur Selatan. Di saat daerah lain kekeringan akibat musim kemarau, air Kali Ciselang di Kampung Pasirmalang, Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, justru naik dan mengancam akses pendidikan.

Kenaikan air ini membuat puluhan anak sekolah harus bertaruh nyawa setiap pagi untuk bisa sampai ke sekolah. Jalur penyeberangan yang biasanya hanya setinggi mata kaki, kini berubah menjadi arus deras yang rawan.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Kepala Desa Panyindangan, Deden Selamet, membenarkan kondisi janggal tersebut. Menurutnya, kenaikan air bukan karena hujan di hulu, melainkan karena muara sungai yang tersumbat tumpukan material pasir dan fenomena air pasang laut (bugel).

“Ini aneh, musim kemarau tapi air Kali Ciselang naik. Diduga karena pasir di muara numpuk, air tidak bisa mengalir ke laut, ditambah bugel atau air pasang,” ujar Deden, Senin (13/10/2026).

Kondisi ini menjadi alarm bahaya bagi warga. Jika di musim kemarau saja air sudah naik, warga membayangkan apa yang akan terjadi saat musim hujan tiba. Banjir besar bisa memutus total akses dua desa.

“Yang kami khawatirkan itu nanti musim hujan. Kalau sekarang saja sudah naik, nanti kalau banjir anak-anak sekolah bisa total tidak bisa nyebrang. Aktivitas warga juga lumpuh,” jelasnya.

Deden menyebut jalur tersebut bukan jalan setapak biasa, melainkan urat nadi penghubung antar dua desa. Setiap hari, anak SD, SMP, petani, hingga ibu-ibu yang mau ke pasar harus melintasi kali tersebut.

Karena itu, ia mendesak pemerintah daerah untuk tidak lagi menutup mata terhadap Cianjur Selatan. Solusi permanen yang dibutuhkan warga adalah pembangunan jembatan gantung.

“Kami berharap ada pembangunan jembatan gantung di Kali Ciselang. Ini bukan soal jembatan saja, tapi soal akses pendidikan anak-anak, soal ekonomi warga, dan keselamatan. Jangan sampai air sungai jadi penghalang anak-anak meraih masa depan,” pungkasnya.

Warga kini menunggu kajian teknis dan aksi nyata dari Pemkab Cianjur dan Dinas PUPR, sebelum air kembali naik dan memutus mimpi anak-anak Pasirmalang untuk sekolah.

Tomi Hendrawan
Author: Tomi Hendrawan

Komentar