PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat menghadapi tantangan besar setelah puluhan titik pelayanannya terpaksa dihentikan sementara.
Sebanyak 22 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut kini berstatus suspend akibat berbagai masalah operasional yang cukup fatal.
Langkah penghentian sementara operasional dapur program unggulan ini diambil demi menjamin keselamatan serta kualitas gizi para penerima manfaat.
Pihak pengelola tidak ingin mengambil risiko lebih besar terkait standar kelayakan pangan yang disajikan kepada masyarakat.
Kepala Regional SPPG Kalbar, Sri Tolubai, menyampaikan langsung kabar penghentian ini pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Ia menegaskan bahwa penangguhan dilakukan sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap seluruh jaringan fasilitas penyedia makanan bergizi.
Dari total 566 unit SPPG yang ada di Kalimantan Barat, pembenahan secara menyeluruh kini tengah difokuskan pada unit-unit bermasalah tersebut.
Kendala utama yang memicu penutupan sementara ini mencakup belum terpenuhinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta keterbatasan infrastruktur pendukung.
Selain kelengkapan dokumen dan fasilitas fisik, keputusan tegas ini juga dipicu oleh adanya satu kasus fatal yang terjadi di lapangan.
Kejadian tersebut menjadi perhatian serius manajemen sehingga evaluasi total dan penghentian dapur terkait harus segera dilakukan.
Di balik penghentian puluhan dapur tersebut, mayoritas jaringan SPPG di Kalimantan Barat sebenarnya masih terus beroperasi hingga saat ini.
Sebanyak 487 dapur tetap aktif mendistribusikan pasokan makanan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan gizi harian para penerima manfaat.
Kehadiran program Makan Bergizi Gratis di Kalimantan Barat juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Secara keseluruhan, seluruh rantai operasional dapur MBG di provinsi ini berhasil menyerap sekitar 21.000 tenaga kerja setempat. (R)















Komentar