Garut | Discoverynews.id – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Garut Selatan menyebabkan banyak lahan pertanian mengering dan memicu ancaman kebakaran hutan. Namun, kondisi ini tidak melumpuhkan semangat para petani di Desa Sagara. Di tengah keterbatasan air, mereka justru memutar otak untuk memanfaatkan tanah yang mengering agar tetap produktif dan menghasilkan.
Sebagian petani memilih menanam palawija, namun Bapak Aom Mulyana mengambil langkah yang cukup berani. Berbekal tekad, niat pantang menyerah, dan kerja keras, beliau merubah lahan sawah yang tadinya kering kerontang menjadi kebun pepaya California.
Saat ditemui oleh awak media di lokasi hari rabu 13 October 2026
, Bapak Aom membagikan kisahnya. Di atas lahan seluas 1.000m², beliau telah menanam sekitar 150 bibit pohon pepaya California dengan pengaturan jarak tanam ideal antara 2,5 hingga 3 meter. Saat ini, tanaman pepaya tersebut telah memasuki usia 3 minggu dan tumbuh segar di tengah tanah gembur yang diolah secara mandiri.
”Kalau kita hanya meratapi musim kemarau, lahan akan makin merugi dan keluarga tidak mendapat penghasilan. Selagi ada niat dan mau berusaha, tanah kering pun bisa kita olah menjadi sumber rezeki,” ujar Bapak Aom dengan tersenyum optimis.
Pilihan menanam pepaya California dinilai sangat tepat karena varietas ini dikenal relatif tahan terhadap cuaca kering, membutuhkan perawatan yang tidak terlalu rumit, serta memiliki nilai jual dan permintaan pasar yang tinggi. Langkah kreatif Bapak Aom ini membuktikan bahwa musim kemarau bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan memanen keberhasilan.
Inisiatif sederhana namun penuh semangat ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para petani lainnya di Garut Selatan dan sekitarnya. Dengan kreativitas, keberanian mengambil peluang, dan kerja keras, tanah yang tandus sekalipun bisa diubah menjadi kebun yang hijau dan penuh harapan.










Komentar