Nias Barat,DiscoveryNews.id — Perang melawan narkoba di Kepulauan Nias mendapat dukungan dari sayap pemuda gereja. Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Nias Barat, Siduhu Lahagu, http://S.Pd, mengapresiasi Operasi Sarang Narkoba yang digeber Polres Nias dan BNN Gunungsitoli.
Apresiasi itu dialamatkan langsung kepada Kapolres Nias AKBP Ponzi Indra, S.Kom., S.I.K., M.Tr.Mil. Baginya, operasi ini bukan sekadar razia, melainkan tameng bagi masa depan generasi muda dari ancaman yang merusak kesehatan dan kehidupan sosial.
Namun, Siduhu mengingatkan, perang ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni sesaat. Harus konsisten. Harus berkelanjutan. Dan harus menjangkau hingga ke Nias Barat.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut secara konsisten, terukur, dan berkesinambungan,” kata Siduhu.
Menurutnya, penegakan hukum harus naik kelas. Jangan hanya menangkap pengguna di hilir. Jaring harus dilempar hingga ke hulu. Bandar, pemasok, pengedar, semua yang terlibat harus diungkap.
Logikanya sederhana: pengguna butuh rehabilitasi sesuai ketentuan hukum, bandar butuh hukuman yang tegas. Itulah cara mempersempit ruang gerak jaringan narkotika di Nias.
Desakan paling keras ia tujukan untuk Nias Barat. Ia tidak ingin daerahnya menjadi celah kosong peredaran. Ia meminta Polres Nias dan BNN Gunungsitoli menggelar operasi serupa di Nias Barat, bersinergi dengan Pemda, tokoh agama, dan masyarakat.
Di luar penindakan, Siduhu menekankan perang sesungguhnya ada di pencegahan. Dimulai dari unit terkecil: keluarga, sekolah, gereja, dan desa.
Ia memetakan strateginya: edukasi bahaya narkoba bagi pelajar dan pemuda, sosialisasi berkala di sekolah dan gereja, penguatan peran keluarga, hingga pelibatan organisasi kepemudaan seperti GAMKI.
“Perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab kepolisian dan BNN, melainkan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Baginya, ini soal waktu. Jangan menunggu generasi muda menjadi korban baru bergerak.
“Pencegahan harus dimulai sekarang. Penindakan harus berjalan sesuai hukum. Kami berharap Nias Barat menjadi daerah yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman narkoba,” tutupnya.
Red









