oleh

Bukan Sekadar Orasi, Ika Asih Bersuara untuk Keadilan Buruh

Bekasi, Discoverynews.id  – Tidak semua orang memiliki keberanian untuk berdiri di atas mobil komando dan menyuarakan aspirasi di hadapan banyak orang. Apalagi bagi seorang perempuan, yang terkadang harus menghadapi berbagai pandangan miring seksligus tantangan ketika memilih untuk berdiri di garis depan perjuangan.

Namun, keberanian tidak mengenal gender. Ketika kebenaran harus disuarakan dan keadilan harus diperjuangkan, perempuan pun memiliki hak dan kekuatan untuk mengambil peran, Kamis(15/10/2026).

Sosok itu terpancar pada Ika Asih, salah satu aktivis buruh perempuan di Bekasi. Dalam aksi unjuk rasa di depan PT Softpren Industries Indonesia, yang berada beliau berdiri di atas mobil komando dengan lantang menyampaikan aspirasinya guna meminta agar para pengurus serikat pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dipekerjakan kembali.

Bagi Ika Asih, berdiri di atas mobil komando bukan sekadar tentang memegang pengeras suara atau menyampaikan orasi. Ada aspirasi yang harus disampaikan, ada nasib pekerja yang diperjuangkan, serta ada harapan agar keadilan dapat ditegakkan Mobil komando mungkin hanya sebuah kendaraan yang menjadi pusat suara dalam aksi demonstrasi.

Namun, bagi mereka yang berdiri di atasnya, tempat itu menjadi ruang untuk menyerukan  tuntutan pekerja yang mereka anggap belum terpenuhi. Disanalah suara seorang perempuan bukanlah suara yang harus dikecilkan.

Sosok Ika Asih menjadi gambaran bahwa perempuan juga bisa berdiri di garis depan perjuangan buruh. Terkadang yang dibutuhkan untuk memperjuangkan keadilan bukanlah suara yang paling keras, melainkan keberanian untuk tetap berbicara ketika banyak orang memilih diam.

Ia juga membawa aspirasi, harapan, dan perjuangan banyak pekerja yang menanti agar suara mereka didengar. Perempuan yang berani bersuara adalah pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan bukan milik satu gender, melainkan tanggung jawab siapa pun yang peduli.

Baca Juga  Yusman Dawolo: Koreksi Merupakan Bentuk Kecintaan terhadap Rakyat dan Tanah Kelahiran

 

Jho/R²
Author: Jho/R²