Bekasi, Discoverynews.id – Persoalan ketenagakerjaan dan perlindungan hak pekerja menjadi topik utama dalam diskusi yang mempertemukan Anggota DPR RI H. Obon Tabroni dari Fraksi Partai Gerindra Komisi IX dengan anggota Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI) Kabupaten/Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi pekerja sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan dunia ketenagakerjaan.
Agenda tersebut dikemas dalam bentuk diskusi bersama para anggota F-SPGI yang dilaksanakan di hotel Zuri Express Lippo Cikarang by ZHM, Jalan Kemang Raya No. 6, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Diskusi ini diharapkan bisa membangun jalur komunikasi antara wakil rakyat dengan kalangan para pekerja, terutama dalam mendorong perhatian terhadap kesejahteraan, kesehatan, serta perlindungan tenaga kerja di tengah berbagai tantangan dunia industri, Sabtu(18/10/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC F-SPGI Slamet Bambang Waluyo. Turut hadir Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Kerja Mekanisme Operasional dan Monitoring Evaluasi TPK, Ridwan Fadji Nur, S.E., M.Si, Penata KKB Ahli Madya perwakilan Provinsi Jawa Barat, Elma Tri Yulianti Djuadjuri, P.Si., M.M, serta Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi, Juniardiana Rosatijawan, S.T., M.M.
Dalam pemaparannya, H. Obon Tabroni menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan pekerja. Menurutnya, pekerja perlu memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi kesehatan diri, sementara pemerintah juga mempunyai peran penting dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.
“Peran pemerintah untuk melindungi para pekerja tentu menjadi perhatian serius. Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan tentu di dalamnya harus pro terhadap kaum pekerja. DPR sudah berusaha agar Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan ini benar-benar memberikan perlindungan. Karena itu, perlu dikawal bareng-bareng,” ungkap Obon Tabroni.
Obon kemudian mencontohkan perkembangan kendaraan listrik yang mulai mengubah industri otomotif. Perubahan teknologi perlu menjadi perhatian serius bagi kalangan pekerja agar tidak tertinggal dalam menghadapi persaingan dan perubahan kebutuhan industri.
“Sekarang sudah mulai zamannya mobil listrik. Coba tengok ke belakang, apa pernah terpikirkan sebelumnya beberapa produk elektronik ternama sudah tumbang,” tambahnya.
Selain membahas persoalan ketenagakerjaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi programKementerian Kependudukan danPembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tentang Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana bersama mitra kerja.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman kaum pekerja mengenai pentingnya pembangunan keluarga, perencanaan kehidupan berkeluarga.
Keterlibatan unsur serikat pekerja dalam kegiatan tersebut juga membuka ruang untuk memperkenalkan program pembangunan keluarga kepada kalangan pekerja. Sebab, kesejahteraan pekerja tidak terlepas dari kondisi keluarga yang sehat, harmonis, dan memiliki perencanaan masa depan yang baik.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi forum bertukar gagasan, tetapi menjadi momen untuk memperkuat kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja serta kualitas kehidupan keluarga sebagai bagian penting dari pembangunan masyarakat.










