oleh

Duka di Balik Senyum Mungil Elshanum: Ketikah Kabut Asap Mengambil Hak Bernapas Balita Tak Berdosa

KALBAR KUBU RAYA,Discoverynews.id ~ Kisah pilu menyelimuti sebuah keluarga kecil di Kabupaten Kubu Raya ketika seorang balita yang baru berusia satu setengah tahun harus berjuang melintasi hari-hari kritis di ruang perawatan rumah sakit.

Elshanum Mecca Azzahra, nama balita malang tersebut, kini terpaksa terbaring lemah akibat dampak buruk paparan asap kebakaran hutan dan lahan yang mengepung permukiman mereka.

Sudah sebelas hari lamanya tubuh mungil itu harus bertarung menahan batuk hebat dan rasa sesak yang tak kunjung mereda di dada kecilnya.  

Kondisi memprihatinkan ini terungkap pada hari Minggu, 18 Oktober 2027, di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, tempat balita tersebut dirawat.

Kabar mengenai perjuangan hidup Elshanum mulai menyentuh hati masyarakat luas setelah sang ibu membagikan curahan hatinya melalui platform media sosial. Ibu kandungnya,

Ningsih, menjadi narasumber utama yang membagikan momen-momen penuh kekhawatiran serta harapan akan kesembuhan buah hatinya.  

Kronologi peristiwa memilukan ini bermula dari pekatnya kabut asap karhutla yang merambah kawasan tempat tinggal mereka.

Demi melindungi sang anak, keluarga sebenarnya telah berusaha maksimal dengan menjaga Elshanum agar tetap berada di dalam rumah dan menyalakan pendingin udara secara terus-menerus tanpa henti.

Namun, upaya pencegahan tersebut ternyata belum mampu sepenuhnya membendung kepungan asap berbahaya yang akhirnya mengganggu saluran pernapasan balita tersebut hingga berujung pada perawatan intensif di rumah sakit.  

Rasa sedih yang mendalam kian dirasakan oleh pihak keluarga karena Elshanum sebenarnya tidak memiliki latar belakang kesehatan yang rentan.

Ningsih menuturkan bahwa tidak ada riwayat penyakit asma maupun gangguan pernapasan lainnya dalam silsilah keluarga mereka.

Selain itu, lingkungan rumah mereka juga dijaga ketat dari paparan polusi internal karena sang suami sama sekali bukan seorang perokok.  

Baca Juga  Bupati Garut Kukuhkan Paskibraka Kabupaten Garut Tahun 2026

Hingga saat ini, proses pengobatan dan observasi medis terhadap kondisi Elshanum masih terus dilakukan oleh tim medis.

Dokter yang menangani balita tersebut masih memerlukan rangkaian pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi fisiknya secara menyeluruh. Oleh sebab itu, belum ada diagnosa akhir yang dapat ditegakkan terkait gangguan kesehatan spesifik yang dialami oleh Elshanum.  

Kejadian yang menyayat hati ini berawal dari unggahan video yang dibagikan oleh Ningsih melalui akun Threads miliknya, @sltrningsih.

Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral di jagat maya, mengetuk nurani ribuan pengguna internet yang merasa iba melihat penderitaan anak sekecil itu.

Berbagai respons emosional dan dukungan moral terus mengalir deras untuk menguatkan kedua orang tua Elshanum yang sedang diuji.  

Kini,doa dan harapan terbaik terus dipanjatkan oleh warganet agar Elshanum dapat segera melewati masa-masa sulitnya dan sembuh seperti sedia kala.

Peristiwa ini menjadi pengingat yang menyentuh betapa dahsyatnya dampak kebakaran hutan dan lahan, di mana anak-anak yang tidak berdosa harus menjadi korban paling rentan yang kehilangan haknya untuk menghirup udara segar. ( R )