oleh

Ditawari Rp80 Juta Pembungkam Asap: Kreator Medan Bongkar Tawaran Rahasia di Tengah Darurat Karhutla

Discoverynews.id ~ Ruang publik digital tanah air gempar setelah seorang konten kreatif asal Medan membongkar dugaan upaya pembungkaman isu bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang tengah mengepung wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Pada Sabtu, 18 Oktober 2026, akun Instagram @alehhh22 mengunggah ulang rekaman video seorang pria bertopi merah di dalam mobil yang menunjukkan bukti percakapan pesan singkat dari seseorang bernama Rasman.

Dalam percakapan tersebut, sang kreator secara terang-terangan diminta untuk menghentikan pembuatan konten maupun pernyataan yang membahas bencana asap karhutla hingga masa kampanye berakhir pada 20 Oktober 2026.

Berita kejutan ini mendadak viral di media sosial dengan meraup ratusan ribu penyuka serta puluhan ribu komentar dan bagikan dari warganet yang geram.

Kronologi bermula saat pengirim pesan berdalih bahwa pembatasan konten tersebut bertujuan mendorong penyampaian informasi yang akurat dan terverifikasi agar masyarakat tidak menerima kabar simpang siur.

Namun, di balik narasi penertiban informasi itu, kampanye tersebut justru dipatok bersifat sangat rahasia atau confidential dan dilarang keras disebarluaskan ke publik.

Imbalan yang disiapkan pun tak main-main, di mana pengirim pesan menawarkan honor fantastis mencapai Rp80.000.000 hanya untuk satu unggahan video Reels Instagram berdurasi 60 detik yang berisi ajakan untuk bungkam dari isu bencana lingkungan tersebut.

Narasumber utama sekaligus kreator dalam video viral tersebut menolak mentah-mentah tawaran bernilai fantastis itu dan langsung meluapkan protes kerasnya.

Ia mempertanyakan transparansi asal-usul anggaran besar yang digunakan untuk membungkam suara publik di saat kondisi wilayah Medan dan sekitarnya sudah diselimuti kabut asap tebal hingga harga masker melonjak tajam.

Kreator Medan tersebut menyuarakan kekecewaannya terhadap penggunaan dana yang diduga bersumber dari pajak rakyat hanya untuk menyensor fakta bencana, sembari menegaskan bahwa keselamatan warga dan kondisi udara bersenang jauh lebih penting daripada uang puluhan juta rupiah.

Baca Juga  Bupati Sergai Tekankan Pentingnya Data Valid untuk Pembangunan Desa

Tawaran pembungkaman ini mencetuskan gelombang amarah karena muncul tepat di tengah kondisi darurat kualitas udara yang makin memburuk di Sumatra Utara.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pada Rabu, 14 Oktober 2026, konsentrasi polutan PM2.5 di Sumut telah menembus angka 55,5 hingga 150,4 mikrogram per meter kubik yang masuk dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

Bencana asap yang kian pekat ini bahkan telah memaksa Dinas Pendidikan Sumatra Utara untuk mengambil langkah tegas dengan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh bagi seluruh siswa jenjang PAUD hingga SLB terhitung mulai Jumat, 16 Oktober hingga Rabu, 21 Oktober 2026. ( R )