oleh

Meluruskan Hoaks Penangkapan Tidak Ada Mahasiswa Ditangkap, Kapolresta Pontianak Ungkap Aparat yang Justru Jadi Korban

PONTIANAK,Discoverynews.id ~ Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak, pada Selasa (20/10/2026) mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah merebaknya berbagai isu kesimpangsiuran informasi terkait pengamanan aksi.

Di tengah riuk pikuk suasana demonstrasi yang sempat memanas, muncul kabar angin yang menyebutkan bahwa sejumlah peserta aksi telah ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian.

Situasi yang penuh kepulan asap dan gejolak massa di lapangan kerap kali memicu simpang siur fakta, sehingga ruang publik sempat dipenuhi spekulasi mengenai tindakan represif aparat terhadap para pengunjuk rasa.

Menanggapi gejolak informasi yang kian membias di tengah masyarakat, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto langsung mengambil langkah tegas dengan menyampaikan pernyataan resmi guna meluruskan fakta yang sebenarnya terjadi di lokasi kejadian.

Dalam konfirmasinya, sosok nomor satu di jajaran Polresta Pontianak tersebut menegaskan dengan lugas bahwa pihak kepolisian sama sekali tidak ada menahan atau mengamankan peserta aksi, baik dari kalangan mahasiswa maupun elemen masyarakat umum.

Penjelasan mendesak ini disampaikan untuk mendinginkan suasana serta memastikan bahwa hak menyampaikan aspirasi tetap dihormati tanpa ada penyebaran kabar bohong.

Kronologi peristiwa sebenarnya menunjukkan dinamika yang berbalik dari narasi yang beredar pesat di media sosial.

Ketika aksi penyampaian pendapat sedang berlangsung di area gedung legislatif tersebut, situasi mendadak berubah menjadi anarkis akibat ulah oknum massa aksi yang mulai menyulut kericuhan di tengah kerumunan.

Pembakaran ban bekas yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut memperkeruh suasana hingga aksi saling dorong tidak dapat terhindarkan, yang pada akhirnya memicu kerugian fisik bagi pihak yang bertugas menjaga keamanan di area demonstrasi.

Baca Juga  Jaga Malam yang Tetap Aman, Patroli Blue Light Polantas KARIB Polda Sulbar Sisir Wilayah Kalukku

Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengungkapkan fakta memprihatinkan di mana seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjadi korban luka-luka dalam insiden tersebut.

Wajah petugas tersebut mengalami luka yang cukup serius akibat terkena lemparan atau hempasan ban yang sedang terbakar saat berupaya mengendalikan kobaran api dan menenangkan massa.

Insiden ini menjadi bukti nyata bagaimana sebuah aksi penyampaian aspirasi dapat ternoda oleh tindakan anarkis oknum yang tidak bertanggung jawab hingga memakan korban dari pihak penegak hukum.

Melalui keterangannya, Kapolresta Pontianak mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Beliau menekankan pentingnya menjaga kedamaian serta ketertiban umum, sekaligus memastikan bahwa kepolisian akan terus mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas terhadap segala bentuk tindakan kriminal yang merugikan keselamatan bersama.(R)