oleh

Polisi Tegaskan Video Sadis Tawuran Rajawali Hoaks, Warga Jangan Terprovokasi

Discoverynews.id,Makassar – Kepolisian memastikan bahwa video sadis yang sempat beredar luas di media sosial dan dikaitkan dengan adanya korban jiwa akibat aksi tawuran di Jalan Rajawali, Kota Makassar, merupakan informasi palsu atau hoaks. Masyarakat diminta untuk tidak mudah mempercayai berbagai informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya, terutama video dan gambar yang disebarluaskan dengan narasi provokatif.

 

Kasi Humas Polrestabes Makassar menegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya korban meninggal dunia sebagaimana dinarasikan dalam video yang beredar tersebut tidak benar. Pihak kepolisian meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang tersebar melalui berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, Facebook, TikTok, hingga grup percakapan WhatsApp.

 

Menurut pihak kepolisian, penyebaran video lama maupun potongan gambar yang kemudian dikaitkan dengan peristiwa tertentu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Terlebih apabila konten tersebut disertai keterangan yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya, sehingga dapat memancing keresahan, ketakutan, bahkan memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Terkait kondisi keamanan di kawasan Jalan Rajawali, pihak kepolisian memastikan bahwa situasi saat ini sudah dalam keadaan aman dan kondusif. Masyarakat diimbau agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang sengaja dibangun melalui penyebaran konten menyesatkan di media sosial.

 

Kasi Humas Polrestabes Makassar juga memberikan perhatian khusus kepada para pengelola media online, akun informasi publik, serta admin Instagram, khususnya yang beroperasi di wilayah Kota Makassar. Mereka diingatkan agar tidak terburu-buru mempublikasikan video, foto, ataupun informasi mengenai suatu kejadian sebelum memastikan keaslian dan kebenaran sumbernya.

 

Setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan peristiwa kriminalitas, tawuran, kekerasan, maupun dugaan adanya korban jiwa, harus terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan dan konfirmasi kepada pihak yang berwenang.

 

Hal tersebut dinilai sangat penting mengingat media online dan akun informasi di media sosial memiliki jangkauan penyebaran yang luas serta mampu memengaruhi persepsi masyarakat dalam waktu singkat. Informasi yang belum terverifikasi apabila langsung dipublikasikan dapat menimbulkan kepanikan dan berpotensi merugikan pihak-pihak tertentu.

 

Pihak kepolisian mengingatkan agar para admin media sosial tidak hanya berpatokan pada video atau gambar yang dikirimkan oleh seseorang tanpa mengetahui identitas sumber, lokasi kejadian, maupun waktu pengambilan dokumentasi tersebut.

Baca Juga  Kapolres Mamuju Tengah Perkuat Sinergi, Jalin Silaturahmi dengan Forkopimda, Tokoh Agama, dan Instansi Vertikal

 

Video yang terlihat meyakinkan belum tentu menggambarkan kejadian yang sedang berlangsung. Tidak menutup kemungkinan dokumentasi tersebut merupakan rekaman lama dari lokasi berbeda yang kemudian disebarluaskan kembali dengan keterangan baru untuk menarik perhatian publik.

 

Karena itu, para pengelola media online dan akun Instagram diharapkan lebih mengutamakan ketelitian, tanggung jawab, serta prinsip verifikasi sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat.

 

Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Makassar dengan tidak ikut menyebarkan konten yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

 

Apabila menerima video atau gambar yang memuat adegan kekerasan disertai informasi mengenai suatu peristiwa, masyarakat diharapkan tidak langsung meneruskan unggahan tersebut kepada orang lain. Sebaiknya informasi terlebih dahulu diperiksa melalui sumber resmi atau dikonfirmasikan kepada pihak kepolisian.

 

Selain berpotensi menimbulkan keresahan, penyebaran informasi bohong yang disertai narasi provokatif juga dapat memicu kesalahpahaman antarkelompok masyarakat dan mengganggu situasi keamanan yang telah kondusif.

 

Pihak kepolisian menekankan bahwa peran masyarakat, insan pers, serta pengelola media sosial sangat dibutuhkan dalam mencegah penyebaran informasi palsu, khususnya yang berkaitan dengan isu keamanan di wilayah Kota Makassar.

 

Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi terpengaruh oleh video sadis yang dikaitkan dengan dugaan korban jiwa akibat tawuran di Jalan Rajawali.

 

Kepolisian kembali memastikan bahwa situasi di kawasan Jalan Rajawali, Makassar, saat ini aman dan kondusif, sekaligus mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

 

Masyarakat dan pengelola media diharapkan selalu memastikan tiga hal penting sebelum menyebarkan sebuah video atau gambar, yakni dari mana sumber informasi berasal, kapan peristiwa tersebut terjadi, dan di mana lokasi kejadian sebenarnya.

 

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketenangan masyarakat sekaligus mencegah penyebaran hoaks yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di Kota Makassar.