oleh

Langit Pontianak Mendadak Putih Kondisi Udara Buruk, Warga Bingung Kabut Asap Pekat Kembali Mengepung

PONTIANAK,Discoverynews.id ~Kota Pontianak kembali dikepung kabut asap pekat yang menyelimuti seluruh sudut wilayah pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Fenomena perubahan cuaca dan penurunan kualitas udara secara mendadak ini mengejutkan warga sekitar yang sedang beraktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan pemantauan data kualitas udara (AQI) real-time pada pukul 13.11 WIB, indeks polusi udara di Pontianak menembus angka 218 dengan kategori “Parah”, dipicu oleh lonjakan konsentrasi partikel berbahaya PM2.5 sebesar 141 \bm{\mu g/m^3} dan PM10 hingga 275 \bm{\mu g/m^3}.  

Kondisi berubah drastis sejak siang hari ketika jarak pandang di area perkotaan dan jalan protokol mendadak merosot akibat tutupan kabut asap putih pekat.

Langit yang semula relatif cerah perlahan memutih dan tertutup kabut tebal, memicu kekhawatiran warga akan ancaman kesehatan pernapasan.

Sejumlah pengendara motor dan pejalan kaki terlihat memperketat penggunaan masker demi menghindari paparan langsung partikel debu serta asap pekat yang mengiritasi mata dan tenggorokan.

Kejadian mendadak ini dirasakan langsung oleh Sony (39), seorang warga Pontianak yang sedang berada di area pertokoan pusat kota.

Ia menuturkan kekagetannya saat melihat perubahan kondisi atmosfer kota yang terjadi begitu cepat di tengah siang bolong. “Ini Pontianak tiba-tiba pukul 13.00 langit berwarna putih, entah ini asap dari mana lagi saya bingung, padahal dalam beberapa minggu udara kota sudah mulai lumayan, ini buruk lagi,” ungkap Sony saat ditemui di lokasi.

Secara kronologis, ketebalan asap mulai meningkat signifikan menjelang tengah hari dan mencapai puncaknya pada pukul 13.00 WIB, melanda pusat aktivitas ekonomi, kawasan jalan raya utama, hingga pemukiman warga.

Suhu udara berada pada kisaran 29°C dengan kelembapan 73% dan hembusan angin berkecepatan 14,4 km/jam, yang mempercepat pergerakan dan penyebaran kabut asap ke berbagai wilayah perkotaan.

Baca Juga  Diduga kuat Ada Markup Anggaran Di Kopdes Merah Putih Desa Sende Arjawinangun Cirebon

Meskipun terdapat indikasi hujan ringan di sekitar wilayah, hal tersebut belum mampu mengurai kepekatan partikel polutan yang terperangkap di udara.  

Eskalasi polusi udara hingga level berbahaya ini menuntut kewaspadaan penuh dari masyarakat serta respons cepat dari pihak berwenang dalam memantau sumber titik panas maupun emisi pembakaran.

Kualitas udara yang memburuk secara tiba-tiba ini mengancam kesehatan publik dan berpotensi meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan akut jika ketebalan kabut asap terus bertahan dalam beberapa hari ke depan. (R)