MAMUJU, Discoverynews.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah (Setda) menggelar Workshop Pembinaan Mental dan Spiritual bagi Pemuda dan Remaja Masjid Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di De Shanum Hotel, Jalan Martadinata, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.
Workshop ini diikuti 60 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan Islam, kelompok marawis, serta pengurus dan anggota remaja masjid di Kabupaten Mamuju, termasuk perwakilan Prima DMI Sulbar.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat karakter, membangun ketahanan mental, serta meningkatkan pemahaman spiritual generasi muda agar mampu berperan positif di tengah masyarakat.
Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Makdoem Ibrahim, yang menyampaikan laporan pelaksanaan sekaligus menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi pemuda dan remaja masjid.
Selanjutnya, Fungsional Ahli Madya Biro Pemkesra, Faisal, hadir mewakili Kepala Biro Pemkesra, Murdanil. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penguatan karakter generasi muda.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemberian materi. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju, Ramli L., menjadi pemateri pertama yang memberikan pembekalan kepada peserta mengenai penguatan mental dan spiritual.
Kepala Biro Pemkesra Sulbar, Murdanil, menegaskan bahwa pembinaan mental dan spiritual merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berakhlak mulia di Sulawesi Barat.
Menurutnya, pemuda dan remaja masjid memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, memperkuat kerukunan umat beragama, serta menjadi teladan bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan sejalan dengan program pemerintah dalam membangun karakter generasi muda. Pemuda masjid harus menjadi motor penggerak dalam menjaga kerukunan dan memberikan contoh yang baik di tengah masyarakat. Kami dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sangat mendukung upaya-upaya pembinaan seperti ini,” ungkap Murdanil.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menyerap materi yang diberikan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan aktivitas organisasi di lingkungan masing-masing.
Melalui workshop ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan.
Pembinaan tersebut diharapkan melahirkan pemuda dan remaja masjid yang semakin beriman, berkarakter, serta mampu berkontribusi nyata dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pun berharap generasi muda masjid dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
















