Nias Barat,DiscoveryNews.id. – Program prioritas nasional Koperasi Desa Merah Putih di Nias Barat menyisakan tanda tanya. Pertanyaan itu bahkan datang dari dalam lingkar perencanaan pembangunan itu sendiri.
Tanda tanya itu muncul di kolom komentar Facebook. Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nias Barat, Roni Gulo, menulis: “Maaf bertanya kakek.”
Komentar itu menempel di bawah unggahan yang membahas pembangunan Kopdes Merah Putih. Sebuah program yang digadang-gadang menggerakkan ekonomi desa, melibatkan TNI, dan BUMN Pangan PT Agrinas.
Tim media DisvoveryNews.id mengonfirmasi komentar tersebut, Jumat, 23 Oktober 2026.
Roni membenarkan. Ia menyebut komentar itu sebagai ekspresi keingintahuan pribadi sebagai pengguna media sosial.
“Itu pertanyaan karena rasa keingintahuan sebagai pengguna medsos,” kata dia.
Ketika ditanya lebih jauh soal penanggung jawab program, progres pembangunan di desa, penugasan PT Agrinas, dan mekanisme keterlibatan TNI, Roni menghindar.
“Itu tidak ada kewenangan saya dan kapasitas saya menjelaskan,” ujarnya.
Jawaban itu sah. Bappeda memang bukan pelaksana teknis Kopdes. Pelaksana teknis ada di Dinas Koperasi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Namun di sinilah ironinya. Di tengah minimnya informasi resmi soal Kopdes, bahkan sekretaris lembaga perencana pembangunan ikut bertanya di Facebook. Lantas, kemana masyarakat harus bertanya?
Hingga kini, belum ada satu pun data resmi yang dibuka ke publik. Berapa desa yang sudah dibangun. Berapa yang mangkrak. Berapa anggaran yang masuk. Dan siapa yang bertanggung jawab penuh di daerah.
Dinas Koperasi dan Dinas PMD Nias Barat belum bersuara. Padahal merekalah yang seharusnya memegang peta jalan program ini.
Jika lembaga perencana saja mengaku tidak berwenang menjelaskan, dan lembaga pelaksana diam, program strategis nasional ini berisiko berjalan dalam senyap. Tanpa kontrol publik.
Penulis : Tim










