LUWU TIMUR, Discoverynews.id — Di tengah minimnya sarana dan prasarana pendukung pertanian, Supriyadi (69), Ketua Kelompok Tani “Sejahtera” di Desa Sumber Agung, Kecamatan Kalaena Kabupaten Luwu Timur, rela mengeluarkan dana swadaya lebih dari Rp100 juta untuk membangun saluran air sepanjang kurang lebih 200 meter.
Langkah tersebut dilakukan Supriyadi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pengairan lahan pertanian kelompoknya yang luas areal ± 10 hektar. Saluran air dinilai menjadi salah satu infrastruktur penting untuk membantu petani memperoleh pasokan air guna menunjang aktivitas pertanian.
Mus Jaya, selaku PPL Pendamping pada Kelompok Tani mengapreasi dari inisiatif Supriyadi.
“Saya berterima kasih kepada Supriyadi selaku ketua kelompok tani yang antusias mendukung program pertanian dalam hal swasembada pangan, walaupun mengeluarkan dana pribadi untuk kepentingan kelompok taninya, disini nyata kerja kerasnya dengan tulus mengeluarkan uang demi anggota kelompok dan program pemerintah” ungkap Musjaya, Selasa (27/10/26).
Pembangunan yang dilakukan Supriyadi melalui swadaya ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur pengairan tidaklah sedikit.
“Selain 200 meter, masih ada sasaran saya berkisar 80 meter saluran air masih perlu dilakukan perbaikan, mengingat kebutuhan air bagi petani sangat dibutuhkan” kata Supriyadi.
Di tengah keterbatasan sarana, inisiatif tersebut memperlihatkan peran masyarakat dalam mendorong pembangunan yang menyentuh kebutuhan petani.
Rela Keluarkan Dana Swadaya Lebih dari Rp100 Juta
Pembangunan saluran air sepanjang sekitar 200 meter tersebut membutuhkan dana swadaya lebih dari Rp100 juta.
Bagi sektor pertanian, keberadaan saluran air memiliki arti penting dalam mendukung kelancaran pengairan lahan.
Dengan Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat membantu petani mengatasi kendala distribusi air dan menunjang keberlangsungan kegiatan pertanian menjelang musim tanam pada November-Desember mendatang.
Upaya Supriyadi tersebut sekaligus menyoroti pentingnya ketersediaan sarana pendukung pertanian di tingkat desa. Sebab, kebutuhan infrastruktur pengairan bukan hanya menyangkut kepentingan satu kelompok, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan usaha tani masyarakat.
Harapan Supriyadi kiranya Pemerintah Diharapkan Memberikan Perhatian
Besarnya biaya swadaya yang dikeluarkan untuk membangun saluran air menjadi alasan penting bagi pemerintah desa dan instansi terkait untuk melihat kebutuhan infrastruktur pertanian di Desa Sumber Agung.
Pembangunan pertanian yang berkelanjutan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Partisipasi masyarakat merupakan hal positif, tetapi penyediaan infrastruktur dasar juga memerlukan perencanaan dan dukungan pemerintah sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui instansi teknis terkait diharapkan dapat meninjau kondisi pengairan di wilayah tersebut dan mengidentifikasi kebutuhan lanjutan yang masih diperlukan petani.
Dengan demikian, upaya swadaya yang telah dilakukan masyarakat dapat diperkuat melalui program pembangunan yang tepat sasaran.
Infrastruktur Pengairan Jadi Kebutuhan Penting Petani
Pembangunan saluran air sepanjang kurang lebih 200 meter dengan dana swadaya lebih dari Rp100 juta ini menjadi gambaran besarnya kebutuhan infrastruktur pendukung pertanian di pedesaan.
Keberadaan saluran tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam mendukung kelancaran pengairan dan keberlanjutan kegiatan pertanian.
Perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sarana pertanian di Desa Sumber Agung juga diharapkan semakin meningkat, sehingga pembangunan tidak hanya bergantung pada kemampuan swadaya masyarakat.
Kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah desa, dan instansi terkait menjadi langkah penting untuk mendorong tersedianya infrastruktur pertanian yang memadai demi menunjang kesejahteraan petani di Kabupaten Luwu Timur.(*Mul)










