CIANJUR DiscoveryNews.id – Pemerintah Desa Purabaya, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, terus memperkuat fondasi sektor pertanian. Sebanyak 16 kelompok tani (Poktan) direvitalisasi untuk memperkuat kelembagaan sekaligus merancang strategi pembangunan pertanian lima tahun ke depan.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan pertanian di Purabaya yang masih menghadapi keterbatasan irigasi dan ketergantungan pada curah hujan.
Kepala UPTD Pelayanan Pertanian Cijati, Ayi Setiawan, mengatakan revitalisasi tidak hanya sekadar pembaruan administrasi kelompok, tetapi menjadi momentum memperkuat peran Poktan sebagai wadah koordinasi, pengembangan usaha tani, dan penyampaian aspirasi petani.
“Penguatan kelembagaan ini harus menjadi pijakan. Tidak hanya soal administrasi yang diperbarui, tapi bagaimana kita merancang arah pembangunan pertanian yang lebih terukur dan berkelanjutan,” ujar Ayi, Rabu (28/10/2026).
Menurut Ayi, sektor pertanian di Desa Purabaya masih membutuhkan strategi bersama. Persoalan irigasi yang belum mampu mengairi seluruh lahan menjadi pekerjaan rumah utama. Selain itu, peningkatan produktivitas, kapasitas petani, dan pola tanam yang sesuai dengan potensi wilayah juga harus dibenahi secara kolektif.
“Melalui revitalisasi 16 Poktan ini, koordinasi antara petani, pemerintah desa, penyuluh, dan instansi pertanian harus semakin solid. Jadi program pertanian tidak jalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan perencanaan lima tahun ke depan yang disusun berdasarkan kebutuhan riil petani di lapangan, pembangunan pertanian di Purabaya diharapkan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Target akhirnya jelas, kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan masyarakat Purabaya semakin kuat,” pungkasnya.(Bach)
















