oleh

Ops Patuh Marano 2026 di Simboro Fokus Bangun Kesadaran, Bukan Sekadar Menindak

MAMUJU – Operasi Patuh Marano 2026 Polda Sulawesi Barat terus mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif dalam meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas.

Hal tersebut terlihat saat Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) bersama Satgas Bantuan Operasional (Banops) Operasi Patuh Marano 2026 menggelar kegiatan penertiban kendaraan di Jalan Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Jumat (30/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran, tetapi juga berupaya membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas tumbuh dari pemahaman dan kesadaran diri sendiri.

Menariknya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu. Seluruh pengendara yang melintas, termasuk anggota kepolisian, turut diperiksa kelengkapan kendaraan dan surat-suratnya dengan standar yang sama.

Tidak ada perlakuan istimewa. Prinsip kesetaraan di hadapan hukum menjadi bagian penting dari pelaksanaan operasi sekaligus menunjukkan bahwa keteladanan dalam berlalu lintas harus dimulai dari internal kepolisian.

Personel yang bertugas juga mengedepankan komunikasi persuasif dengan menyapa pengendara secara ramah. Terhadap pelanggaran yang masih dapat diberikan pembinaan, petugas menyampaikan teguran lisan maupun tertulis disertai penjelasan mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.

“Kami jelaskan alasannya kenapa harus lengkap surat-suratnya, kenapa penumpang juga harus pakai helm, dan apa risikonya jika diabaikan. Kami ingin mereka paham, bukan sekadar takut,” ungkap Kompol Adrian Fredrik Kopong yang memimpin kegiatan operasi.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan, sebanyak 40 pengendara roda dua diberikan teguran lisan dan tertulis, serta dua pengendara roda empat turut diberikan teguran. Sementara itu, petugas juga melakukan penindakan berupa dua tilang manual dan lima tilang melalui ETLE Handheld.

Baca Juga  Hari Santri Nasional 2026, Kapolres Mateng Ajak Santri Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Pendekatan humanis yang diterapkan petugas mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara terlihat menerima penjelasan dengan terbuka, menyadari kelalaian yang dilakukan, serta berkomitmen untuk lebih disiplin dan memperhatikan kelengkapan kendaraan saat berkendara.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Melalui Operasi Patuh Marano 2026, Polda Sulbar ingin menegaskan bahwa penegakan hukum bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, melainkan juga menjadi sarana edukasi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Sebab, keselamatan di jalan raya tidak cukup hanya dibangun melalui penindakan, tetapi harus tumbuh dari kesadaran setiap pengguna jalan untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain.

Gilang Sulbar
Author: Gilang Sulbar