oleh

Teror di Perairan Batu Ampar: Warga Diterkam Buaya, Tim SAR Lakukan Penyisiran Ekstrem

KALBAR KUBU RAYA,Discoverynews.id ~ Gelap dan tenangnya aliran Sungai Sepanjang Kerawang di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyimpan ancaman mematikan yang kini menelan korban jiwa.

Pada hari Kamis, 29 Oktober 2026, suasana mencekam menyelimuti kawasan pesisir kepulauan tersebut seiring berlanjutnya pencarian terhadap Sirin, seorang pria berusia 60 tahun yang dilaporkan hilang misterius.

Dugaan kuat mengarah pada serangan predator puncak air tawar, di mana korban disambar secara tiba-tiba oleh buaya ganas saat berada di tepi perairan yang menjadi jalur utama mata pencaharian warga setempat.

Secara geografis, Kecamatan Batu Ampar dikenal sebagai labirin perairan yang dikelilingi muara, rawa-rawa rapat, dan hutan mangrove yang lebat.

Wilayah kepulauan di Kabupaten Kubu Raya ini tidak hanya menjadi rumah bagi permukiman warga pesisir, tetapi juga merupakan habitat alami yang ideal bagi populasi buaya muara berukuran raksasa.

Interaksi yang kian intens antara aktivitas harian manusia dan wilayah teritorial reptil purba tersebut telah mengubah sungai tenang ini menjadi medan konflik berdarah yang mematikan.

Tragedi ini bermula ketika Sirin sedang beraktivitas di sekitar aliran sungai sebagaimana rutin dilakukannya sehari-hari.

Berdasarkan rekontruksi kronologi di lapangan, victim secara mengejutkan diserang dan ditarik masuk ke dalam keruhnya air sungai oleh kibatan serta gigitan mematikan predator tersebut.

Saksi mata dan warga sekitar yang mendengar percikan air tidak sempat memberikan pertolongan karena korban dengan cepat tenggelam dan lenyap terseret ke dasar sungai yang dalam.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Personel Kepolisian Sektor Batu Ampar, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, serta puluhan warga lokal langsung diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan skala besar.

Baca Juga  Napas Warga Tersengal, Laporan BNPB ke Presiden Sebut Kalimantan Normal: Pekatnya Asap Ketapang di Balik Laporan 'Manis' BNPB ke Presiden

Penyisiran secara intensif terus dilakukan dengan membelah alur sungai, menyisir semak-semak mangrove, hingga menyelami area yang dicurigai sebagai sarang buaya, namun hingga berita ini diturunkan, jasad maupun tanda-tanda keberadaan korban masih nihil.

Informasi terkini dan konfirmasi resmi mengenai perkembangan insiden mencekam ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor SAR Pontianak selaku narasumber utama operasi pencarian, didampingi oleh Kapolsek Batu Ampar dan tokoh masyarakat setempat.

Menjelaskan bahwa tingginya pasang surut air laut, jarak pandang air sungai yang sangat terbatas, serta keberadaan predator yang masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian menjadi hambatan paling berat yang dihadapi oleh tim gabungan di lapangan.

Meski bayang-bayang bahaya terus mengintai dari bawah permukaan air, tim penyisir menegaskan tidak akan menghentikan operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Sementara itu, pihak berwenang mengimbau secara tegas kepada seluruh masyarakat pesisir Batu Ampar untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan membatasi aktivitas di sepanjang aliran Sungai Sepanjang Kerawang guna mencegah terulangnya tragedi serupa. (R)