KALBAR SANGGAU ENTIKONG,Discoverynews.id ~ Potensi penyusupan barang haram melalui koridor perbatasan antarnegara kembali disikapi secara masif oleh instansi keamanan.
Sebanyak 93 personel pasukan bersama dari lintas instansi resmi diterjunkan untuk memperketat alur pemeriksaan teknis serta penjagaan lalu lintas orang dan barang di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (31/10/2026).
Penjagaan berlapis ini difokuskan pada titik-titik krusial guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional yang kerap memanfaatkan momentum serta jalur-jalur rawan di sepanjang perbatasan darat Indonesia–Malaysia tersebut.
Langkah tegas ini diambil menyusul evaluasi pemetaan risiko kejahatan lintas negara yang menunjukkan tren peningkatan modus operandi kurir narkoba di wilayah perbatasan.
Selama beberapa hari ke depan, seluruh pergerakan dokumen perjalanan, armada angkutan, barang bawaan pelintas batas, hingga kantong-kantong perkebunan di sekitarnya akan melewati pemindaian ketat serta patroli fisik secara bergantian.
Operasi ini tidak hanya menargetkan kendaraan bermotor yang melintasi gerbang utama PLBN, melainkan juga menyisir lorong-lorong resmi atau jalur tikus yang kerap dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk menghindari pemeriksaan petugas.
Rangkaian kronologi pengawasan dimulai sejak Sabtu pagi saat seluruh personel gabungan melangsungkan apel kesiapan di pelataran PLBN Entikong sebelum disebar ke berbagai pos sekat.
Dalam pelaksanaannya, petugas mengombinasikan pemeriksaan dokumen administrasi, pemindaian barang menggunakan teknologi x-ray, serta pelibatan unit anjing pelacak K-9 untuk mendeteksi keberadaan zat terlarang yang disembunyikan di kompartemen rahasia kendaraan.
Pengetatan ini juga memuat pola inspeksi mendadak (blitz inspection) terhadap kendaraan niaga dan bus antarkota antarnegara yang melintas dari wilayah Sarawak menuju Kalimantan Barat.
Kepala Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan menegaskan bahwa pengerjaan operasi terpadu ini merupakan bentuk komitmen penuh negara dalam menutup rapat celah peredaran gelap narkotika di garis terdepan Nusantara.
Ia menyampaikan bahwa pola interdictive ini akan terus dievaluasi secara dinamis guna memutus rantai pasokan narkoba sebelum masuk dan merusak generasi muda di kawasan pemukiman warga.
Koordinasi intensif bersama otoritas keamanan negara tetangga juga terus diperkuat untuk mempermudah pertukaran informasi intelijen secara real-time terkait pergerakan target operasi yang mencurigakan.
Melalui integrasi kekuatan 93 personel gabungan ini, situasi keandalan keamanan di PLBN Entikong hingga Sabtu sore terpantau amat kondusif dengan ritme lalu lintas batas yang tetap mengedepankan pelayanan publik tanpa mengurangi ketelitian inspeksi.
Masyarakat setempat serta para pelintas batas diimbau untuk senantiasa mendukung jalannya pemeriksaan dan memberikan laporan proaktif jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar wilayah batas negara.
Langkah preventif jangka panjang ini diharapkan mampu menciptakan efek jera yang kuat sekaligus memperkokoh kedaulatan serta keandalan kawasan batas Kalimantan Barat dari ancaman jaringan kejahatan transnasional. (R)










