oleh

Penutupan Jalan di S. Dg. Ngemba, Dikeluhkan Warga, Akses Perumahan Terganggu

Gowa,Discoverynews.id – Penutupan akses jalan utama di kawasan Samata, tepatnya di Jalan S. Dg. Ngemba, menuai keluhan dari masyarakat. Penutupan jalan yang dilakukan untuk kepentingan penyelenggaraan acara pesta tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas dan mobilitas warga, khususnya masyarakat yang tinggal di sejumlah kawasan perumahan di sekitar lokasi.

 

Informasi yang diterima menyebutkan bahwa akses jalan tersebut merupakan salah satu jalur utama yang digunakan masyarakat untuk keluar masuk kawasan permukiman, termasuk warga Bumi Samata Permai, Kompleks Griya Antang Harapan Makassar, serta sejumlah perumahan lainnya yang berada di sekitar wilayah tersebut.

 

Namun, akibat adanya kegiatan pesta, akses jalan utama tersebut dilaporkan ditutup hampir secara keseluruhan. Kondisi ini membuat kendaraan roda empat atau mobil tidak dapat melintas seperti biasanya. Sementara itu, akses yang masih tersisa hanya berupa celah sempit yang diperkirakan cukup untuk dilalui satu unit sepeda motor secara bergantian.

 

Situasi tersebut membuat warga harus menghadapi kesulitan ketika hendak bepergian, baik untuk bekerja, mengantar anak sekolah, memenuhi kebutuhan sehari-hari, maupun menjalankan aktivitas penting lainnya.

 

Keluhan semakin bertambah karena jalur alternatif yang dapat digunakan warga mengharuskan mereka menempuh perjalanan memutar dengan jarak yang jauh lebih panjang. Kondisi ini tentu menyita waktu, menambah biaya perjalanan, serta berpotensi menghambat berbagai kepentingan masyarakat yang membutuhkan akses jalan secara cepat.

 

Selain persoalan penutupan jalan, warga juga mengeluhkan minimnya informasi mengenai jalur alternatif yang dapat dilalui. Hingga laporan tersebut disampaikan, warga mengaku tidak mendapatkan petunjuk arah atau pemberitahuan resmi yang memadai dari pihak penyelenggara terkait akses pengganti selama kegiatan berlangsung.

 

Akibatnya, sebagian pengguna jalan berpotensi kebingungan menentukan jalur yang harus dilalui, terutama masyarakat yang tidak mengetahui kondisi lingkungan sekitar. Pengendara yang baru melintas di kawasan tersebut juga dapat mengalami kesulitan ketika mendapati akses utama ternyata tidak bisa digunakan.

Baca Juga  Nahas di Jalan Trans Sulawesi Pasangkayu, Pengendara Scoopy Tewas di Lokasi

 

Warga memahami bahwa penyelenggaraan pesta maupun kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan tetap memperhatikan kepentingan umum, khususnya hak masyarakat lainnya untuk mendapatkan akses jalan yang aman, layak, dan tidak terhambat secara berlebihan.

 

Penutupan akses jalan yang menjadi jalur utama sejumlah kawasan perumahan semestinya disertai dengan pengaturan lalu lintas yang jelas. Apabila memang diperlukan pengalihan arus kendaraan, pihak penyelenggara diharapkan menyiapkan jalur alternatif yang memungkinkan untuk dilalui, memasang papan petunjuk arah, serta memberikan informasi kepada warga sebelum dan selama kegiatan berlangsung.

 

Koordinasi dengan pemerintah setempat maupun pihak berwenang juga dinilai penting agar kegiatan masyarakat tidak menimbulkan persoalan berkepanjangan bagi pengguna jalan lainnya.

 

Warga berharap pihak penyelenggara dapat segera memperhatikan kondisi tersebut dan mengambil langkah yang lebih bijaksana. Salah satu solusi yang diharapkan adalah menyediakan ruang akses yang memadai bagi kendaraan, terutama mobil, atau setidaknya mengatur sistem buka-tutup jalan dengan waktu dan petugas yang jelas sehingga kepentingan warga tetap dapat terakomodasi.

 

Masyarakat juga meminta perhatian pemerintah setempat, aparat kewilayahan, serta instansi terkait untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan pengaturan penggunaan jalan tidak sampai mengabaikan kepentingan publik.

 

Persoalan ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar kegiatan pribadi maupun sosial tetap dapat berlangsung dengan baik tanpa mengorbankan kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat luas.

 

Warga pada prinsipnya tidak mempersoalkan penyelenggaraan acara pesta, tetapi berharap adanya komunikasi, koordinasi, dan pengaturan yang lebih baik sehingga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tidak harus menanggung dampak penutupan akses jalan secara berlebihan.

 

Hingga informasi ini disusun, warga berharap adanya respons dan solusi dari pihak penyelenggara maupun pihak berwenang agar akses utama masyarakat di kawasan Jalan S. Dg. Ngemba, Samata, dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.