oleh

Fakta Baru SDN Karyamukti Campaka Cianjur: 2018 Dibangun 2 Kelas, 2023 Direhab, Kini Ambruk Lagi Karena Pergeseran Tanah

CIANJUR, http://discoverynews.id – Terungkap fakta baru di balik ambruknya SDN Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Jika sebelumnya disebut hanya akibat gempa 2022, ternyata kondisi tanah labil yang mengalami pergeseran signifikan menjadi penyebab utama rusaknya bangunan sekolah yang sudah berdiri sejak 1965 tersebut.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Rifky, menjelaskan kronologi bantuan yang pernah dikucurkan untuk sekolah tersebut.

“SDN Karyamukti Kecamatan Campaka tahun 2018 diberi bantuan ruang kelas baru 2 lokal, tahun 2023 direhabilitasi 2 ruang kelas,” ungkap Rifky saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

Namun, bantuan tersebut tidak bertahan lama. Kondisi geografis yang tidak stabil membuat bangunan kembali rusak.

“Kondisi saat ini 2 ruang kelas rusak ringan dan 2 ruang kelas rusak berat. Hal ini diakibatkan kondisi tanah yang labil sehingga terjadi pergeseran tanah yang cukup signifikan,” jelasnya.

Akibatnya, dua ruang kelas untuk 16 siswa kelas 5 dan 6 ambruk rata dengan tanah dan memaksa siswa belajar di tenda darurat selama hampir tiga tahun.

Kepala SDN Karyamukti, Ninu Parwati, sebelumnya mengatakan, hampir seluruh bangunan sekolahnya kini dalam kondisi mengkhawatirkan.

“Sudah tiga tahun siswa belajar di tenda. Ruang kelasnya tidak hanya rusak, tapi sudah ambruk rata dengan tanah,” ujar Ninu.

Ia menyebut dari enam ruangan yang ada, hanya sekitar dua kelas yang masih bisa digunakan, itupun rawan ambruk karena banyak bagian yang rapuh.

“Saat ini hampir seluruh bangunan sudah rusak. Tapi karena gempa pada 2022 lalu, dua bangunan ambruk dan dua ruangan lainnya rusak berat. Jadi hanya sekitar dua kelas yang masih bisa digunakan,” beber Ninu.

Baca Juga  Polda Kalbar OTT BUMD Dirut PDAM & Auditor BPK: Pengamat Publik, Menguji Niat Jahat di Balik Operasi Tangkap Tangan

Pantauan di lokasi, tenda darurat yang digunakan tampak sudah lusuh. Saat hujan, air dan lumpur menggenang, saat terik, siswa kepanasan, sehingga sangat mengganggu konsentrasi 16 siswa tersebut.

Terkait hal itu, Tifky memastikan Pemkab Cianjur tidak tinggal diam. Bersama Bupati, pihaknya sudah meninjau langsung ke lapangan.

“Berdasarkan hal tersebut, Pemkab Cianjur melalui Disdikpora akan membangun 2 ruang kelas di area sekitar sekolah yang dinilai stabil dari pergeseran tanah setelah ada assessment dari PUTR dan BPBD apabila dinyatakan layak untuk dibangun,” tegas Rifky.

Ia menambahkan, jika hasil kajian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan lahan di sekitar sekolah tidak layak, maka opsi relokasi akan ditempuh.

“Jika hasil assessment kondisi tanah di sekitar sekolah tersebut tidak layak untuk dibangun, akan direlokasi ke wilayah terdekat dengan kondisi tanah yang stabil,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen agar 16 siswa SDN Karyamukti tidak lagi belajar di tenda darurat dan bisa belajar dengan layak seperti sekolah lainnya.

Tomi Hendrawan
Author: Tomi Hendrawan