oleh

Benteng Perbatasan Borneo: Resep Rahasia Indonesia dan Malaysia Menjaga Kedamaian Garis Batas Negara

KALBAR SINGKAWANG,Discoverynews,id — Langkah kaki diplomasi militer kembali menggemar di tanah Kalimantan Barat ketika dua kekuatan pertahanan berhimpun untuk memperkokoh stabilitas kawasan perbatasan darat. Bertempat di Hotel Mahkota Singkawang pada Jumat, 30 Oktober 2026, Komando Pelaksana Operasi Korem 121/Alambhana Wanawai (Kolakopsrem 121/Abw) secara resmi menghelat forum strategis Unit Commander’s Meeting (UCM) Seri 2/2026 bersama jajaran Markas 3 Briged Tentera Darat Malaysia (TDM).

Pertemuan bilateral ini menjadi wujud nyata dari tekad bulat kedua negara tetangga dalam menjaga keamanan garis batas yang membentang di tengah belantara Borneo.

Forum komunikasi pertahanan bergengsi tersebut dipimpin secara beriringan oleh Wakil Komandan Kolakopsrem 121/Abw, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P., bersama Ketua Staf 3 Briged Infantri Malaysia 1 Div TDM, Lt Kol Marzuki Bin Md Yusof. Kehadiran para pimpinan tertinggi dari kedua belah pihak menegaskan betapa pentingnya konsolidasi di wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak.

Masing-masing delegasi membawahi satuan tugas penting yang bertaruh bahu membahu demi menjaga kedamaian serta keteraturan lalu lintas perbatasan antar-negara.

Mengawali rangkaian agenda, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki menyampaikan sambutan hangat penuh keakraban untuk menyambut Lt Kol Marzuki Bin Md Yusof beserta rombongan delegasi Malaysia di wilayah tugas Kolakopsrem 121/Abw. Beliau menggarisbawahi bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan ruang pembawa solusi atas berbagai dinamika serta potensi ancaman di kawasan batas negara.

Berbagai agenda krusial dibahas secara mendalam demi menemukan formula dan langkah tindak lanjut terbaik dalam mengefektifkan kerja sama operasi di lapangan.

Berdasarkan paparan evaluasi mengenai kemajuan operasi bersama yang telah berjalan, pihak Kolakopsrem 121/Abw memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta profesionalisme prajurit kedua negara. Kedua pihak dinilai telah berhasil menjabarkan dan mengeksekusi peran serta tugas masing-masing dengan sangat baik di sepanjang garis perbatasan.

Baca Juga  Sebut Surat an. Gubernur Hanya Saran yang Bisa Diabaikan, Asisten III PALI Ditengarai Kunci Mati Kran Diskresi Tarif Seismik

Forum UCM Seri 2/2026 ini menjadi bukti nyata bahwa setiap rintangan dan permasalahan yang timbul di lapangan dapat didiskusikan secara terbuka untuk mencapai kesepakatan solusi terbaik bersama.

Kesepakatan dan capaian positif yang dirumuskan dalam UCM Seri 2/2026 ini diharapkan dapat menjadi pedoman utama serta pijakan kokoh bagi pelaksanaan kerja sama patroli maupun operasi darat di masa depan. Seluruh hasil kesepakatan tersebut nantinya akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala pada agenda pertemuan bilateral berikutnya.

Pendekatan berbasis evaluasi berkelanjutan ini menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas serta efektivitas pengamanan perbatasan RI-Malaysia secara jangka panjang.

Menyadari dinamika геоpolitik dan potensi tantangan keamanan global yang kian kompleks di kawasan perbatasan, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki berpesan agar komitmen kerja sama ini terus dirawat dan ditingkatkan. Koordinasi antara Delegasi Kolakopsrem 121/Abw dan Delegasi 3 Briged Infantri Malaysia harus semakin diintensifkan melalui saluran komunikasi yang fleksibel dan responsif.

Optimalisasi peran pejabat Liaison Officer (LO) juga menjadi faktor krusial untuk menjembatani informasi secara cepat dan akurat di kedua sisi perbatasan.

Sebagai penutup rangkaian rapat koordinasi tersebut, Wadan Kolakopsrem 121/Abw menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Lt Kol Marzuki Bin Md Yusof beserta seluruh anggota delegasi Malaysia atas kontribusi aktif dan semangat persahabatan yang ditunjukkan.

Sinergi positif yang terpancar sepanjang dialog UCM Seri 2/2026 berhasil membuahkan berbagai kesepakatan strategis yang sangat berharga demi menjamin keamanan, ketertiban, dan harmoni di sepanjang perbatasan darat kedua negara sahabat. (R)