oleh

Wawasan Kebangsaan Kecamatan Kertosono: Wadah Aspirasi Langsung Warga ke Pemerintah Daerah

DISCOVERYNEWS.ID . NGANJUK .

Pembinaan Wawasan Kebangsaan Kecamatan Kertosono digelar di Gedung Serbaguna Desa Pelem, pada Rabu (4/11/2026). Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.300 warga dari berbagai desa se-Kecamatan Kertosono, serta jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam), Kapolsek, Danramil, dan para tokoh masyarakat.

Hadir pula Bupati Nganjuk, Drs. Marhaen Jumadi, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, S.T, serta perwakilan dari TKSK Dinas Sosial, UPT Pengairan, dan UPT URC. Sejumlah Kepala Desa turut hadir, antara lain Desa Drenges, Tembarak, Kudu Juwono, Pelem, Kutorejo, Kalianyar, dan Lambang Kuning ( di wakili Kamituwo Dhani )

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Jumadi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan berbagai program yang belum terealisasi, dengan menyerap langsung keluhan masyarakat di setiap desa melalui kegiatan wawasan kebangsaan ini.

Berbagai aspirasi dan keluhan pun disampaikan warga. Antara lain, masalah irigasi di Desa Lambang Kuning yang terdampak proyek jalur kereta api, penumpukan sampah di sepanjang Jalan A. Yani saat musim hujan, serta kendala penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dinilai belum optimal saat berobat jalan di Unit Gawat Darurat.

Merespons hal tersebut, Bupati meminta TKSK untuk membantu memastikan data penerima bantuan sosial di Kertosono tepat sasaran sesuai kondisi ekonomi warga. Ia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan program Sekolah Rakyat.

Monggo warga Kertosono yang ingin menyekolahkan anaknya di sana, gratis. Jika anak-anak bisa meraih peringkat 3 besar, kami usahakan mendapatkan beasiswa,” ujarnya.

Terkait masalah banjir yang kerap melanda saat musim hujan, Bupati meminta UPT Pengairan segera melakukan pengerukan dan pembersihan sungai di sepanjang Jalan A. Yani maupun di area depan Pasar Kertosono.

Baca Juga  Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri untuk Masyarakat

Dua usulan penting juga disampaikan peserta. Para guru PAUD meminta dukungan pengaktifan BPJS Ketenagakerjaan, sementara perwakilan karyawan PT Jaker menyampaikan keluhan terkait keterlambatan pembayaran upah yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Camat Kertosono, Widi Cahyono, S.STP, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kegiatan wawasan kebangsaan bertujuan menumbuhkan semangat patriotisme, nasionalisme, serta memperkuat persatuan dan kesatuan, terlebih menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa secara serentak dan pasca-pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Nganjuk, khususnya di wilayah Kertosono.

Camat juga menegaskan bahwa usulan terkait pengairan dan irigasi akan segera ditindaklanjuti.

Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya UPTD PU PSDA Mrijan Kiri maupun UPTD PU Kertobaworo, agar keluhan warga segera ditangani,” tegasnya.

Acara berjalan dengan lancar, diwarnai dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga diharapkan berbagai persoalan yang disampaikan dapat segera di tindak lanjuti secara konkret.

Gun / Redaksi Jatim

Discoverynews.id /tim

VvDISCOVERYNEWS.ID . NGANJUK .

Pembinaan Wawasan Kebangsaan Kecamatan Kertosono digelar di Gedung Serbaguna Desa Pelem, pada Rabu (4/11/2026). Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.300 warga dari berbagai desa se-Kecamatan Kertosono, serta jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam), Kapolsek, Danramil, dan para tokoh masyarakat.

Hadir pula Bupati Nganjuk, Drs. Marhaen Jumadi, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, S.T, serta perwakilan dari TKSK Dinas Sosial, UPT Pengairan, dan UPT URC. Sejumlah Kepala Desa turut hadir, antara lain Desa Drenges, Tembarak, Kudu Juwono, Pelem, Kutorejo, Kalianyar, dan Lambang Kuning ( di wakili Kamituwo Dhani )

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Jumadi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan berbagai program yang belum terealisasi, dengan menyerap langsung keluhan masyarakat di setiap desa melalui kegiatan wawasan kebangsaan ini.

Berbagai aspirasi dan keluhan pun disampaikan warga. Antara lain, masalah irigasi di Desa Lambang Kuning yang terdampak proyek jalur kereta api, penumpukan sampah di sepanjang Jalan A. Yani saat musim hujan, serta kendala penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dinilai belum optimal saat berobat jalan di Unit Gawat Darurat.

Merespons hal tersebut, Bupati meminta TKSK untuk membantu memastikan data penerima bantuan sosial di Kertosono tepat sasaran sesuai kondisi ekonomi warga. Ia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan program Sekolah Rakyat.

Monggo warga Kertosono yang ingin menyekolahkan anaknya di sana, gratis. Jika anak-anak bisa meraih peringkat 3 besar, kami usahakan mendapatkan beasiswa," ujarnya.

Terkait masalah banjir yang kerap melanda saat musim hujan, Bupati meminta UPT Pengairan segera melakukan pengerukan dan pembersihan sungai di sepanjang Jalan A. Yani maupun di area depan Pasar Kertosono.

Dua usulan penting juga disampaikan peserta. Para guru PAUD meminta dukungan pengaktifan BPJS Ketenagakerjaan, sementara perwakilan karyawan PT Jaker menyampaikan keluhan terkait keterlambatan pembayaran upah yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Camat Kertosono, Widi Cahyono, S.STP, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kegiatan wawasan kebangsaan bertujuan menumbuhkan semangat patriotisme, nasionalisme, serta memperkuat persatuan dan kesatuan, terlebih menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa secara serentak dan pasca-pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Nganjuk, khususnya di wilayah Kertosono.

Camat juga menegaskan bahwa usulan terkait pengairan dan irigasi akan segera ditindaklanjuti.

Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya UPTD PU PSDA Mrijan Kiri maupun UPTD PU Kertobaworo, agar keluhan warga segera ditangani," tegasnya.

Acara berjalan dengan lancar, diwarnai dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga diharapkan berbagai persoalan yang disampaikan dapat segera di tindak lanjuti secara konkret.

 Gun / Redaksi Jatim   

Discoverynews.id /tim
DISCOVERYNEWS.ID . NGANJUK .

Pembinaan Wawasan Kebangsaan Kecamatan Kertosono digelar di Gedung Serbaguna Desa Pelem, pada Rabu (4/11/2026). Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.300 warga dari berbagai desa se-Kecamatan Kertosono, serta jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpincam), Kapolsek, Danramil, dan para tokoh masyarakat.

Hadir pula Bupati Nganjuk, Drs. Marhaen Jumadi, Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, S.T, serta perwakilan dari TKSK Dinas Sosial, UPT Pengairan, dan UPT URC. Sejumlah Kepala Desa turut hadir, antara lain Desa Drenges, Tembarak, Kudu Juwono, Pelem, Kutorejo, Kalianyar, dan Lambang Kuning ( di wakili Kamituwo Dhani )

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Jumadi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan berbagai program yang belum terealisasi, dengan menyerap langsung keluhan masyarakat di setiap desa melalui kegiatan wawasan kebangsaan ini.

Berbagai aspirasi dan keluhan pun disampaikan warga. Antara lain, masalah irigasi di Desa Lambang Kuning yang terdampak proyek jalur kereta api, penumpukan sampah di sepanjang Jalan A. Yani saat musim hujan, serta kendala penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dinilai belum optimal saat berobat jalan di Unit Gawat Darurat.

Merespons hal tersebut, Bupati meminta TKSK untuk membantu memastikan data penerima bantuan sosial di Kertosono tepat sasaran sesuai kondisi ekonomi warga. Ia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan program Sekolah Rakyat.

Monggo warga Kertosono yang ingin menyekolahkan anaknya di sana, gratis. Jika anak-anak bisa meraih peringkat 3 besar, kami usahakan mendapatkan beasiswa," ujarnya.

Terkait masalah banjir yang kerap melanda saat musim hujan, Bupati meminta UPT Pengairan segera melakukan pengerukan dan pembersihan sungai di sepanjang Jalan A. Yani maupun di area depan Pasar Kertosono.

Dua usulan penting juga disampaikan peserta. Para guru PAUD meminta dukungan pengaktifan BPJS Ketenagakerjaan, sementara perwakilan karyawan PT Jaker menyampaikan keluhan terkait keterlambatan pembayaran upah yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Camat Kertosono, Widi Cahyono, S.STP, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kegiatan wawasan kebangsaan bertujuan menumbuhkan semangat patriotisme, nasionalisme, serta memperkuat persatuan dan kesatuan, terlebih menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa secara serentak dan pasca-pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Nganjuk, khususnya di wilayah Kertosono.

Camat juga menegaskan bahwa usulan terkait pengairan dan irigasi akan segera ditindaklanjuti.

Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya UPTD PU PSDA Mrijan Kiri maupun UPTD PU Kertobaworo, agar keluhan warga segera ditangani," tegasnya.

Acara berjalan dengan lancar, diwarnai dialog terbuka antara masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga diharapkan berbagai persoalan yang disampaikan dapat segera di tindak lanjuti secara konkret.

 Gun / Redaksi Jatim   

Discoverynews.id /tim

 

Guntur
Author: Guntur