oleh

Pembangunan Drainase Rancaekek–Majalaya Capai 60 Persen, DPUTR Kabupaten Bandung Dorong Percepatan Penyelesaian

Discomverynews.id Pembangunan Drainase Rancaekek–Majalaya Capai Progres 60 Persen, DPUTR Kabupaten Bandung Dorong Percepatan Pekerjaan

RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG — DiscoveryNews.id

Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan melalui pembangunan sistem drainase di wilayah Rancaekek–Majalaya. Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi genangan air serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan yang selama ini membutuhkan peningkatan kapasitas saluran pembuangan air.

Pekerjaan pembangunan drainase yang berlokasi di Jalan Majalaya–Rancaekek, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, saat ini dilaporkan telah mencapai progres sekitar 60 persen.

Berdasarkan keterangan konsultan pengawas, Bapak Iman, proyek tersebut memiliki panjang keseluruhan 300 meter. Sementara itu, pekerjaan yang masih tersisa diperkirakan sekitar 90 meter dan terus diupayakan agar dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Percepatan Pekerjaan di Tengah Tantangan Cuaca

Pembangunan drainase merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan mengantisipasi persoalan genangan air, terutama ketika intensitas hujan mulai meningkat.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan drainase Rancaekek–Majalaya menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan. Genangan air di sekitar lokasi pekerjaan menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian agar proses konstruksi dapat berjalan dengan baik.

Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan terus diupayakan melalui koordinasi antara konsultan pengawas dan pihak pelaksana. Pengaturan kegiatan di lapangan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pekerjaan sekaligus memastikan kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas.

Bapak Iman selaku konsultan pengawas menjelaskan bahwa sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan, mulai dari pemasangan U-Ditch hingga pekerjaan pendukung saluran pembuangan.

Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan drainase berjalan sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

Pemasangan U-Ditch dan Pekerjaan Saluran Pembuangan

Adapun pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi pemasangan U-Ditch berukuran 1.200 milimeter, penggalian saluran pembuangan, serta pemasangan batu.

Pemasangan U-Ditch menjadi salah satu tahapan utama dalam pembangunan sistem drainase tersebut. Penggunaan konstruksi saluran ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aliran air serta meningkatkan kapasitas saluran pembuangan.

Selain pemasangan U-Ditch, pekerjaan penggalian dan pemasangan batu juga menjadi bagian penting dalam menunjang konstruksi drainase secara keseluruhan.

Dengan pelaksanaan pekerjaan yang terencana dan pengawasan yang berkesinambungan, pembangunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Pelaksana Upayakan Percepatan Melalui Penambahan Jam Kerja

Sementara itu, Bapak Ujang selaku pelaksana proyek dari pihak ketiga menyampaikan bahwa upaya percepatan pekerjaan dilakukan melalui penambahan jam kerja bagi para pekerja.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengejar target penyelesaian pekerjaan, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca yang berpotensi memengaruhi kegiatan konstruksi.

Penambahan jam kerja diharapkan dapat membantu mengoptimalkan waktu pengerjaan tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja dan kualitas hasil pembangunan.

Koordinasi antara pihak pelaksana dan konsultan pengawas juga menjadi faktor penting dalam menentukan langkah-langkah percepatan yang dapat diterapkan di lapangan.

Baca Juga  Gebyar Kilau Berlian 2026, Bank CiJ Apresiasi Nasabah dengan Hadiah Utama Mobil

Dengan demikian, upaya mengejar target penyelesaian tidak hanya berorientasi pada waktu, tetapi juga tetap memperhatikan kualitas pekerjaan agar hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

Didukung APBD Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2026

Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi proyek, pembangunan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan sistem drainase perkotaan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung dengan sumber pendanaan APBD Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2026.

Adapun informasi pekerjaan yang tercantum pada papan proyek adalah sebagai berikut:

– Nama paket: Pembangunan Sistem Drainase Perkotaan Rancaekek–Majalaya.
– Lokasi: Jalan Majalaya–Rancaekek, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
– Panjang drainase: 300 meter.
– Sumber dana: APBD Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2026.
– Nilai kontrak: Rp1.988.155.799,00.
– Pelaksana: CV Tomangkasana.
– Konsultan pengawas: Bapak Iman.
– Pelaksana lapangan: Bapak Ujang.
– Target penyelesaian: 30 Desember 2026.

Pelaksanaan pembangunan ini menjadi salah satu bentuk upaya peningkatan infrastruktur dasar yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Diharapkan Kurangi Genangan dan Dukung Aktivitas Warga

Pembangunan sistem drainase memiliki peran penting dalam mengelola aliran air hujan agar dapat mengalir melalui saluran pembuangan secara lebih baik.

Bagi masyarakat di wilayah Rancaekek Wetan dan sekitarnya, keberadaan drainase yang memadai diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan air yang berpotensi menghambat aktivitas sehari-hari.

Dengan kondisi saluran yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menjalankan kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial dengan lebih aman dan nyaman.

Pembangunan ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman serta mendukung terciptanya kawasan yang lebih tertata.

Meski manfaat tersebut baru dapat dirasakan secara optimal setelah pekerjaan selesai dan sistem drainase berfungsi dengan baik, pembangunan ini menjadi langkah positif dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat.

Komitmen Penyelesaian dan Pengawasan Kualitas

Dengan progres pekerjaan yang dilaporkan mencapai 60 persen, percepatan pembangunan menjadi perhatian penting bagi seluruh pihak yang terlibat.

Penambahan jam kerja, pengaturan kegiatan konstruksi, serta koordinasi antara konsultan pengawas dan pelaksana menjadi langkah yang diharapkan dapat mendukung pencapaian target penyelesaian.

Di sisi lain, pengawasan terhadap kualitas konstruksi tetap diperlukan agar hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Pemerintah Kabupaten Bandung melalui DPUTR diharapkan terus mendorong pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pembangunan drainase Rancaekek–Majalaya menjadi salah satu wujud pentingnya sinergi antara pemerintah, konsultan pengawas, pelaksana proyek, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

Dengan dukungan seluruh pihak, pembangunan ini diharapkan dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

DiscoveryNews.id — Mengawal Informasi, Mengangkat Pembangunan, Menyuarakan Kepentingan Masyarakat.

Deden
Author: Deden