Gunungsitoli, DiscoveryNews.id – Di atas kapal pesiar yang menyusuri Sungai Huangpu, Shanghai, ada seorang putra Nias yang hatinya tetap tertinggal di Gunungsitoli. Dialah Yusman Dawolo, yang dikenal dengan sapaan Bang YD.
Di saat banyak orang hanya menikmati keindahan kota modern Shanghai, Bang YD justru merenung dan membayangkan masa depan kampung halamannya. Di tengah gemerlap gedung pencakar langit dan pelabuhan kelas dunia, yang terlintas di benaknya hanyalah satu nama, Gunungsitoli.
Saya bermimpi melihat Gunungsitoli tumbuh menjadi kota modern, cerdas, maju, dan menjadi destinasi wisata dunia, ujar Yusman Dawolo dengan penuh ketulusan.
Mimpi itu begitu besar dan begitu mulia. Beliau membayangkan gedung-gedung pencakar langit berdiri megah di Gunungsitoli, pelabuhan semakin modern, investasi global berdatangan, pariwisata mendunia, lapangan kerja terbuka luas, UMKM berkembang, serta pendidikan dan pelayanan kesehatan berstandar internasional.
Inilah cara berpikir seorang pemimpin visioner. Beliau tidak hanya melihat apa yang ada di depan mata, tapi melihat apa yang bisa diwujudkan 25 sampai 50 tahun ke depan.
Kita tidak boleh hanya membangun Gunungsitoli untuk hari ini. Kita harus merancang Gunungsitoli untuk 25 sampai 50 tahun ke depan, tegas Yusman Dawolo.
Kalimat ini bukan sekadar kata-kata. Ini adalah ajakan untuk berpikir besar, untuk tidak puas dengan yang biasa-biasa saja, untuk berani bermimpi besar demi anak cucu kita.
Shanghai adalah inspirasi. Gunungsitoli memiliki potensi. Masa depannya harus kita rancang dan wujudkan bersama, lanjutnya dengan penuh keyakinan.
Betapa luar biasanya cara pandang beliau. Shanghai yang begitu megah tidak membuat beliau minder, justru membuat beliau semakin yakin bahwa Gunungsitoli juga bisa. Karena Gunungsitoli memiliki laut yang indah, budaya yang kaya, masyarakat yang ramah, pemuda yang cerdas, dan tanah yang penuh berkah.
Jika Shanghai bisa menjadi kota dunia, kenapa Gunungsitoli tidak bisa. Jika kota lain bisa maju, kenapa Gunungsitoli harus tertinggal.
Visi yang beliau sampaikan sangat jelas, sangat tegas, dan sangat membanggakan.
GUNUNGSITOLI 2045: KOTA MODERN, KOTA WISATA DUNIA, PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI, RAKYAT SEJAHTERA.
Visi ini bukan hanya milik Yusman Dawolo. Ini adalah mimpi bersama seluruh masyarakat Gunungsitoli. Mimpi tentang kota yang modern namun tetap berakar pada budaya, kota yang maju namun rakyatnya tetap sejahtera, kota yang mendunia namun tetap merakyat dan peduli.
Sosok Yusman Dawolo adalah sosok pemersatu, sosok yang merakyat, peduli, adil, menjunjung tinggi kemanusiaan, dan hidup sederhana. Beliau tidak pernah melupakan tanah kelahirannya, ke mana pun beliau melangkah, Gunungsitoli selalu ada di hati dan pikirannya.
Beliau adalah inspirasi bagi generasi muda. Bahwa untuk mencintai daerah, tidak harus selalu berada di daerah. Dari Shanghai pun, hati bisa tetap membangun Gunungsitoli.
Kami dari media DiscoveryNews.id memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada Bang YD, Yusman Dawolo, pemimpin yang visioner, pemersatu, merakyat, dan sangat peduli kepada masyarakat.
Kami berharap, Bapak Yusman Dawolo berkenan memberikan tanggapan lanjutan terkait visi besar Gunungsitoli 2045 ini, agar masyarakat semakin semangat, semakin bersatu, semakin percaya, dan semakin yakin bahwa masa depan Gunungsitoli yang modern, mendunia, dan sejahtera bukan sekadar mimpi, tapi bisa kita wujudkan bersama dengan kerja keras dan persatuan.
Salut setinggi-tingginya untuk Bang YD. Pemimpin visioner, pemimpin pemersatu, pemimpin yang selalu membawa nama Gunungsitoli ke mana pun beliau melangkah.
Gunungsitoli 2045 bukan sekadar mimpi. Bersama Bang YD, kita wujudkan.
Red.










