oleh

Wabup Asep Sopari Gagas Cetak Biru Konservasi 2026–2035, Satukan Kelestarian Alam dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

TASIKMALAYA,Discoverynews.id – Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., mendorong penguatan program konservasi lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi juga mengintegrasikan pemulihan ekosistem dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui penyusunan sebuah cetak biru jangka panjang bertajuk The West Java Conservation Field Guide (2026–2035).

Program tersebut digagas Asep Sopari bersama para alumni pertanian dan sejumlah mitra lokal, di antaranya Yayasan Al Kausar 561 serta Yayasan Cahaya Baitul Magdis Al Ayubi.

Asep Sopari yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (IKA Faperta Unsil) periode 2025–2029, menyampaikan bahwa program konservasi tersebut dirancang untuk membangun sistem berkelanjutan yang memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon tanpa disertai pengelolaan dan keberlanjutan program.

Konsep yang dikembangkan mengawinkan pemulihan ekosistem hutan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui sistem agroforestri tajuk berlapis, penguatan rantai nilai hijau, hingga transfer pengetahuan dari perguruan tinggi langsung ke masyarakat.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun hubungan yang saling menguntungkan antara kelestarian lingkungan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam keterangannya melalui akun media sosial, Asep mengajak berbagai pihak untuk membuktikan bahwa konservasi alam dan peningkatan kesejahteraan warga dapat berjalan beriringan.

“Program ini bukan sekadar menanam pohon lalu ditinggal, melainkan membangun sistem,” demikian pesan yang disampaikan Asep dalam unggahannya.Jumat (06/11/2026).

Melalui cetak biru konservasi untuk periode 2026–2035 tersebut, diharapkan upaya pemulihan lingkungan dapat dilakukan secara terencana, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, serta memberikan dampak jangka panjang.

Baca Juga  Ketua DPP PKB Wilayah Sumatera Utara Resmi Kukuhkan Pengurus DPC PKB Nias Barat, Guribano Waruwu Siap Kibarkan Panji Partai

Inisiatif ini juga membuka ruang kolaborasi antara kalangan akademisi, komunitas, yayasan, pemerintah, dan masyarakat desa dalam membangun model konservasi yang tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memperkuat sumber penghidupan warga.

Dengan pendekatan tersebut, konservasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial penanaman pohon, melainkan berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (UR)

U Rustandi
Author: U Rustandi