KALBAR SAMBAS,Discoverynews.id ~ Sambas, Sabtu, 7 November 2026, Pos Lintas Batas Negara Aruk yang terletak di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, mendadak menjadi pusat perhatian publik menyusul desakan kuat dari kepala daerah setempat agar operasional gerbang perbatasan tersebut segera dipulihkan.
Insiden penutupan ini bermula dari aksi protes spontan yang dilancarkan oleh sejumlah warga Kabupaten Bengkayang sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap prosedur pemeriksaan barang bawaan yang dinilai terlalu ketat oleh petugas Bea Cukai di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia tersebut.
Merespons situasi yang sempat memanas pasca kejadian itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas bersama unsur Tentara Nasional Indonesia dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah bergerak cepat dengan melakukan peninjauan lapangan secara langsung ke lokasi PLBN Aruk pada Sabtu.
Langkah inspeksi mendadak ini diambil untuk memantau secara cermat kondisi keamanan wilayah perbatasan terkini, memastikan kelayakan sarana serta prasarana pelayanan publik, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi demi meredam potensi ketegangan susulan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sambas H. Satono menegaskan bahwa kunci utama penyelesaian masalah ini terletak pada terbangunnya komunikasi intensif antara seluruh pihak berwenang guna menyerap aspirasi masyarakat secara transparan sekaligus merumuskan solusi terbaik.
Pihaknya menekankan pentingnya mengedepankan pendekatan persuasif serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban umum agar denyut kehidupan sosial di kawasan perbatasan tetap berada dalam koridor yang kondusif dan aman bagi semua pihak.
Pemerintah daerah berharap agar polemik yang melibatkan warga dan aparat penegak hukum kepabeanan ini dapat segera menemui titik terang, sehingga PLBN Aruk bisa kembali beroperasi normal dan melayani arus mobilitas lintas batas seperti sediakala. (R)















