oleh

Kualitas Pembangunan Rabat Beton Program PISEW 2026 Dipertanyakan, Diduga Aduk Semen Pakai Air Plimer yang Mengandung Zat Asam

Discoverynews.id – Tanjabtim Kualitas pembangunan rabat beton program PISEW 2026 di Parit 4 Desa Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dipertanyakan warga.

 

Program PISEW (Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) adalah program pembangunan berbasis masyarakat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar-desa, mendukung pelayanan sosial, dan menggerakkan ekonomi perdesaan.

Minggu (8 Nov 2026)

 

Sayangnya, pelaksanaan di lapangan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya, sehingga kualitasnya diragukan.

 

Pasalnya, untuk pengaduk semen dan batu diduga menggunakan air plimer yang kuat mengandung zat asam sehingga membuat kualitas tidak bagus dan tidak kuat.

 

Air plimer yang mengandung zat asam jika digunakan untuk campuran beton, diduga dapat membuat beton cepat rapuh, mudah retak, tidak mengeras sempurna, dan umurnya tidak akan lama. Padahal, rabat beton seharusnya menggunakan air bersih agar kualitasnya kuat dan tahan lama.

 

Proyek yang menggunakan Anggaran BPM dengan nilai sekitar Rp 500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah) dengan volume panjang 3 meter x 400 meter yang beralamat di Parit 4 Desa Rasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur ini dikerjakan oleh kelompok Pokmas Karya Bersama IV.

 

Jalan tersebut merupakan jalan penghubung menuju Desa Sungai Rambut, yang setiap hari dilalui warga untuk aktivitas ekonomi, anak sekolah, dan angkutan hasil pertanian.

 

Warga berharap jalan yang dibangun dengan anggaran setengah miliar itu bisa kuat dan tahan lama, bukan baru beberapa bulan sudah retak dan hancur.

 

“Kami takut kalau pakai air asam, betonnya tidak kuat. Baru sebentar sudah retak. Padahal ini uang negara Rp 500 juta, harusnya bagus,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga  Soroti Aktor Belakang Layar, FRIC Minta Kasus Penipuan Casis Polri Polda Jambi TA 2026 Diusut Tuntas

 

Warga meminta kepada pihak terkait, mulai dari Pendamping PISEW, Dinas PUPR Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hingga Kementerian PU, untuk segera turun ke lapangan melakukan pengecekan kualitas beton, menguji kadar air yang digunakan, dan memastikan Pokmas Karya Bersama IV bekerja sesuai RAB dan spesifikasi.

 

Jika terbukti ada penyimpangan, warga meminta agar pekerjaan tersebut dibongkar dan diperbaiki ulang sesuai standar, bukan dibiarkan begitu saja.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pokmas Karya Bersama IV, pendamping PISEW, maupun pihak terkait lainnya belum berhasil memberikan klarifikasi terkait dugaan penggunaan air plimer mengandung zat asam untuk adukan beton tersebut. (741)

Kaperwil Jambi
Author: Kaperwil Jambi