Bekasi, Discoverynews.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja, secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 1.564 nggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Bekasi untuk masa jabatan 2026–2034. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Swatantra Wibawamukti, Kompleks Plaza Pemerintah kabupaten Bekasi. Rabu,(22/07/2026).
Di antara ribuan anggota BPD yang dilantik, terdapat kabar yang membanggakan bagi keluarga besar Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (FSPGI) PT Kyosha Indonesia. Salah satu anggotanya adalah Dudi Apriansyah, warga Perumahan Bumi Citra Lestari (BCL), desa Waluya, kecamatan Cikarang Utara, kabupaten Bekasi, yang resmi dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan sebagai snggota BPD.
Pelantikan ini menjadi bukti bahwa anggota serikat pekerja tidak hanya berperan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan pekerja di lingkungan perusahaan, akan tetapi mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan desa dalam mengemban amanah masyarakat.
Ucapan selamat dan apresiasi pun mengalir dari berbagai pihak, salah satunya ketua SPTP FSPGI PT Kyosha Indonesia Main. Beliau menyampaikan rasa bangga serta mengucapkan selamat atas resminya Dudi Apriansyah menjadi anggota BPD.
“Semoga sosok Dudi Apriansyah mampu menjalankan amanah dari masyarakat dan kaum pekerja serta dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas demi mewujudkan desa yang semakin maju dan masyarakat yang lebih sejahtera,” tutur Main dengan nada percaya diri.
Menurutnya, Dudi Apriansyah pasti mampu menjalankan tugasnya sebagai anggota BPD selama periode yang ditentukan.
“Ketegasan, dan berani ambil sikap bagi Dudi hal biasa ditemui, karena diorganisasi pun beliau pria yang bisa menjalankan tugasnya. Saya yakin beliau akan mampu menjalankan perannya apa lagi tugasnya menyangkut kepentingan orang banyak,” tambahnya.
Senada disampaikan, Ketua DPC FSPGI kabupaten/kota Bekasi Slamet Bambang Waluyo kalau Dudi akan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Tidak ada yang harus disombongkan dengan jabatan yang ada dipundaknya walau kadang bukan hal yang mudah untuk menjalankan emban amanah itu. Junjung tinggi integritas, kedepankan rasa profesionalisme, bangun sinergitas yang harmonis dengan kepala desa , lembaga kemasyarakatan dan semua lapisan elemen buruh/pekerja lainnya,” ujar pria yang akrab di sapa SBW itu.
Momentum ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Federasi Serikat Pekarja GIobal Indonesia(FSPGI). Hadirnya anggota serikat pekerja dalam lembaga permusyawaratan desa diharapkan mampu menjadi inspirasi bahwa pekerja tidak hanya aktif memperjuangkan keadilan di tempat kerja, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan, demokrasi, dan kemajuan masyarakat di tingkat desa dilungkungannya.







Komentar