Kabupaten Cirebon, discoverynews.id – Sekolah Rakyat mulai beroperasi di Kabupaten Cirebon. Aktivitas perdana ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik yang telah diterima pada tahun ajaran 2026.
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) tersebut.
Menurutnya, kehadiran SRT menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Imron juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, atas dukungan pemerintah pusat terhadap program tersebut.
“Kami atas nama pemerintah dan rakyat Kabupaten Cirebon mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo,” ujar Imron, Jumat (31/7/2026).
Pada tahap awal, SRT Kabupaten Cirebon menerima sebanyak 270 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Menurut Imron, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak, sekaligus mencetak generasi yang memiliki kompetensi dan daya saing.
Ia berharap seluruh peserta didik dapat menempuh pendidikan secara berkelanjutan hingga menyelesaikan seluruh jenjang yang tersedia.
“Harapan kami, setelah lulus nanti mereka memiliki bekal ilmu yang kuat sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas,” Pungkasnya.
Masih di tempat yang sama Aditya Arif Maulana, S.STP. selaku Camat Kapetakan Kabupaten Cirebon menerangkan bahwa dari 270 siswa – Siswi 7 diantaranya adalah casis berasal dari Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, terdiri dari 2 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 3 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 2 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
“Alhamdulillah, setelah melalui proses Penjaringan dan seleksi telah lulus 7 anak dari Kecamatan Kapetakan untuk bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon yang berlokasi di Kaliwadas Kecamatan Sumber”. Ujar Aditya.
Menurut Aditya Para Calon siswa (Casis) ini dijaring oleh rekan-rekan pendamping PKH, berasal dari keluarga yang tidak mampu, dan dipastikan tercatat di Desil 1 atau 2 pada DTSEN Kementerian Sosial.
“Semuanya sudah melalui proses penjaringan dijaring oleh rekan-rekan pendamping PKH, berasal dari keluarga yang tidak mampu, dan dipastikan tercatat di Desil 1 atau 2 pada DTSEN Kementerian Sosial.” Tambahnya.
Aditya berharap Semoga siswa – siswi dari kecamatan Kapetakan ini dapat mengikuti pendidikan di SR dengan baik, berprestasi, menjadi kebanggaan orang tua nya, serta dapat meraih cita-cita yang diinginkan. Pungkas Aditya.
Sendi









Komentar