KABUPATEN BANDUNG, DiscoveryNews.id – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman debu vulkanik. Langkah antisipasi ini dinilai krusial guna menekan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dalam edukasi resminya, Lanal Bandung menjelaskan bahwa debu vulkanik mengandung partikel halus berupa batuan, mineral, dan kaca vulkanik. Karena ukurannya yang mikro, material berbahaya ini sangat rentan terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan bagian dalam.
Guna meminimalisir dampak buruk bagi kesehatan, masyarakat diimbau mematuhi enam langkah pencegahan praktis saat beraktivitas sehari-hari:
Gunakan masker, utamanya jenis N95 yang memiliki proteksi lebih baik saat berada di luar maupun di dalam rumah.
Gunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata dari paparan debu vulkanik.
Batasi aktivitas di luar rumah jika kualitas udara di lingkungan sekitar memburuk.
Tutup pintu dan jendela rumah rapat-rapat, serta maksimalkan penggunaan alat penyaring udara jika tersedia.
Segera bersihkan seluruh tubuh, wajah, dan hidung setelah selesai beraktivitas dari luar ruangan.
Cuci pakaian yang telah terpapar debu vulkanik secara terpisah dari pakaian lainnya.
Paparan debu ini tidak boleh dianggap remeh karena memicu gejala klinis seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, hingga demam. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak fungsi paru-paru serta memperberat komplikasi bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, bronkitis akut, PPOK, dan penyakit jantung.
Sebagai upaya proteksi mandiri, Lanal Bandung juga mengajak masyarakat memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga asupan makanan bergizi seimbang demi mendongkrak daya tahan tubuh. Warga diminta tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala darurat yang memburuk, seperti sesak napas berat, batuk tak kunjung reda, serta nyeri dada.
Sementara itu, Staf Dinas Penerangan (Dispen) Mako Lanal Bandung, Suryana, turut mengonfirmasi pentingnya penyebaran informasi edukasi ini kepada masyarakat luas. Pihaknya menekankan bahwa tindakan preventif jauh lebih utama dalam situasi pajanan debu vulkanik.
“Langkah pencegahan ini sangat penting untuk melindungi paru-paru dan masa depan kita. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Dengan masyarakat yang sehat, kita bersama-sama mewujudkan bangsa yang kuat,” ujar Suryana saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).
(Red)









Komentar