oleh

“Nah Wook Ina Ama”:Tahapan Sakral Penegas Keabsahan Perkawinan Adat Pulau Kisar

 

Maluku,Discoverynews.id-Perkawinan adat di Pulau Kisar memiliki tata cara dan tahapan yang kaya makna, sarat nilai luhur, dan dijalankan dengan penuh rasa hormat serta kesakralan. Di antara serangkaian prosesi yang ada, terdapat satu momen yang dianggap sangat penting dan menjadi simbol utama keabsahan sebuah ikatan perkawinan, yaitu Nah Wook Ina Ama.

Secara harfiah, Nah Wook Ina Ama berarti “mencium orang tua yang melahirkan”. Prosesi ini dilaksanakan di kediaman pihak mempelai laki-laki, berpusat pada sosok ibu yang telah melahirkan dan membesarkan calon pengantin pria, namun maknanya merambah lebih luas ke seluruh ikatan kekeluargaan.

Dalam pandangan masyarakat adat setempat, sebuah perkawinan baru dianggap sah dan diakui sepenuhnya oleh adat apabila sang mempelai laki-laki telah melaksanakan prosesi ini. Kegiatannya berupa penciuman sebagai bentuk penghormatan, yang ditujukan tidak hanya kepada ayah dan ibunya saja, melainkan meluas kepada seluruh anggota keluarga dari pihak ibu yang hadir dalam acara tersebut.

Langkah ini bukan sekadar tradisi belaka, melainkan inti dan penegas bahwa ikatan yang dibangun telah mendapat restu penuh dari akar keluarga dan orang-orang yang telah memberikan j kehidupan. Tanpa berjalannya tahapan ini, perkawinan belum dianggap sempurna menurut pandangan adat.

Nilai yang terkandung di dalamnya sangat mendalam: mengajarkan rasa syukur, penghormatan tak terhingga kepada orang tua, serta pengakuan bahwa setiap individu adalah bagian tak terpisahkan dari besarnya keluarga besar yang mendampingi perjalanan hidup. Inilah salah satu bukti nyata bagaimana masyarakat Kisar senantiasa menjaga, melestarikan, dan menempatkan nilai kekeluargaan serta rasa hormat di posisi paling utama dalam setiap momen penting kehidupan.

Tradisi ini tetap terjaga hingga kini, menjadi warisan budaya yang terus dipegang teguh, menjaga identitas dan jati diri masyarakat Pulau Kisar di tengah arus zaman.

Komentar