GORONTALO, Discoverynews.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Tahun 2026 yang digelar di Aula Aston Hotel, Kota Gorontalo, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPD REI Joko Sutanto serta Kepala Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Aries Ardianto. Forum Musda REI menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha sektor properti untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pembangunan serta pertumbuhan ekonomi Gorontalo.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa REI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam pengembangan sektor properti dan kawasan permukiman.
Gusnar mendorong agar kerja sama antara pemerintah dan REI tidak berhenti pada forum atau pembahasan semata, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan.
“Setelah ini ayo kita rancang langkah konkret agar bagaimana REI ini benar-benar eksis di lapangan dan pemerintah juga mendapatkan manfaat daripada REI ini,” kata Gusnar.
Menurut Gusnar, Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini tengah merancang kebijakan pembangunan kawasan baru, termasuk pengalokasian sejumlah kantor strategis dan permukiman di sekitar kawasan Gorontalo Outer Ring Road (GORR).
Rencana tersebut disiapkan sebagai salah satu solusi menghadapi keterbatasan ruang di kawasan perkotaan Gorontalo yang semakin sempit. Pemerintah ingin mendorong pertumbuhan kawasan baru sehingga aktivitas pembangunan tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi.
“Jadi kalau Bapak dari bandara tadi sebelah kiri, itu kita akan rencanakan menjadi kawasan baru, maksudnya agar supaya tekanan ke ibu kota provinsi berkurang, karena ruangnya kini makin sempit,” ungkap Gusnar.
Gubernur juga mengungkapkan sejumlah rencana pengembangan kawasan GORR yang dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan baru Gorontalo.
Salah satu rencana strategis yang disampaikan adalah pembangunan kawasan perkantoran. Gusnar menyebut markas Komando Daerah Militer (Kodam) Gorontalo diproyeksikan menjadi salah satu perkantoran pertama yang akan dibangun di kawasan tersebut.
Selain kawasan perkantoran, pemerintah juga memproyeksikan pengembangan wilayah industri dan perdagangan. Salah satu konsep yang disebut adalah pemanfaatan kawasan tersebut sebagai area penumpukan peti kemas.
Pengembangan kawasan GORR diharapkan dapat membuka ruang baru bagi investasi, permukiman, perdagangan, industri hingga pembangunan berbagai fasilitas strategis lainnya.
Karena itu, Gusnar mengajak REI mengambil bagian dalam proses pembangunan tersebut. Menurutnya, sinergi pemerintah dan pelaku usaha properti diperlukan agar pengembangan kawasan baru dapat berjalan terarah sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
“Pesan saya kepada pengurus REI, ayo kita sama-sama bekerja sama membangun Gorontalo yang lebih maju ke depan,” tutup Gusnar.










Komentar