MAMUJU, Discoverynews.id – Sebanyak 30 tenaga kesehatan dari 10 Puskesmas di enam kabupaten se-Sulawesi Barat mengikuti Pelatihan Gizi Bencana yang digelar di Hotel Berkah, Mamuju, 5–9 Oktober 2026.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kedaruratan, khususnya dalam memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi saat terjadi bencana.
Situasi bencana kerap menyebabkan masyarakat mengalami keterbatasan akses terhadap pangan, air bersih hingga pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia.
Karena itu, keterampilan tenaga kesehatan dalam menangani persoalan gizi menjadi salah satu bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Peserta pelatihan berasal dari Puskesmas terpilih yang mewakili enam kabupaten di Sulawesi Barat. Keterlibatan tenaga kesehatan dari berbagai wilayah diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan sekaligus memastikan aspek gizi tidak terabaikan dalam penanganan masyarakat terdampak bencana.
Selama pelatihan, para tenaga kesehatan dibekali kemampuan untuk melakukan identifikasi masalah gizi, menilai kebutuhan gizi masyarakat terdampak, menangani kelompok rentan serta menyelenggarakan pelayanan gizi sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan penguatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi penting karena bencana dapat meningkatkan risiko masalah gizi di tengah masyarakat.
Menurutnya, kelompok rentan membutuhkan perhatian khusus agar kondisi kedaruratan tidak semakin memperburuk status kesehatan dan gizi mereka.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan tenaga kesehatan sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan dalam berbagai situasi, termasuk ketika terjadi bencana.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan 30 tenaga kesehatan dari 10 Puskesmas dapat menjadi bagian dari sumber daya kesehatan yang siap memberikan dukungan pelayanan gizi saat terjadi bencana di wilayah Sulawesi Barat,” kata dr. Nursyamsi.
Dengan adanya pelatihan tersebut, tenaga kesehatan diharapkan tidak hanya mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar saat kondisi darurat, tetapi juga dapat memastikan kebutuhan gizi masyarakat terdampak tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan penanganan bencana.
Penguatan sumber daya manusia kesehatan ini diharapkan turut mendukung kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Barat.









Komentar