CIANJUR,/DiscoveryNews.id Kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Cianjur kembali membuat para petani menjerit. Di tengah musim tanam yang seharusnya menjadi harapan panen, petani justru kelabakan mencari pupuk yang hilang di pasaran.
Kondisi ini terjadi merata di sejumlah kecamatan. Para petani mengaku sudah bolak-balik ke kios pengecer namun stok pupuk subsidi jenis Urea dan Phonska kosong. Jika pun ada, harganya melambung tinggi.
Akibat kelangkaan tersebut, tak hanya petani yang menjerit, para distributor di lapangan pun ikut kelabakan melayani keluhan petani yang datang setiap hari.
Situasi ini terungkap pada Rabu, 7 Oktober 2026. Mirisnya, saat persoalan ini dikonfirmasi kepada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, jawaban yang diberikan justru berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.
Sekretaris DTPHP Kabupaten Cianjur yang mewakili Kepala Dinas saat dikonfirmasi mengatakan ketersediaan pupuk untuk Cianjur masih aman.
“Melihat tingkat serapan pupuk s.d Bulan Agustus 2026, ketersediaan pupuk masih banyak alokasinya untuk Kab. Cianjur. Ketersediaan pupuk di Gudang Lini 2 juga masih ada,” ujar Sekretaris DTPHP Cianjur kepada http://DiscoveryNews.id, Rabu (7/10/2026).
Pernyataan tersebut sontak menimbulkan pertanyaan besar. Jika stok di Gudang Lini 2 masih ada dan alokasi masih banyak, mengapa petani di bawah justru menjerit kelangkaan?
Terkait keluhan kelangkaan yang dirasakan petani, pihak Dinas mengaku telah menyiapkan langkah solusi.
“Untuk pertanyaan kelangkaan. Adapun solusi kekurangan pupuk di Kabupaten Cianjur, kami akan bersurat kepada Dinas TPH Provinsi Jawa Barat untuk menambah kuota alokasi pupuk tersebut dengan cara realokasi di tingkat Kab/Kota,” tambahnya.
Jawaban tersebut belum menjawab kegelisahan petani. Para petani berharap solusi tidak hanya sekadar surat-menyurat antar dinas, melainkan aksi nyata di lapangan. Pupuk yang diklaim masih ada di gudang Lini 2 diminta segera didistribusikan ke kios-kios pengecer hingga ke tangan petani yang membutuhkan.
Jangan sampai di atas kertas stok aman, tapi di sawah petani gagal panen karena tidak kebagian pupuk.
Hingga berita ini diturunkan, para petani Cianjur masih menunggu realisasi janji penambahan kuota dari Provinsi Jawa Barat tersebut.
Tim http://DiscoveryNews.id akan terus mengawal kasus kelangkaan pupuk ini










Komentar