oleh

Polisi Diraja Malaisya Tangkap Puluhan Warga Indonesia: Operasi Senyap Imigresen Malaisya Bongkar Tempat Tinggal Ilegal

MALAYSIA,Discoverynews.id ~Penyerbuan mendadak yang dilancarkan oleh Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Sarawak berhasil membongkar dugaan pelanggaran izin tinggal yang melibatkan belasan warga negara Indonesia di kawasan Bintulu.

Langkah tegas otoritas setempat ini menjadi pemicu perhatian publik setelah menyasar bangunan kedai yang disinyalir kerap dijadikan tempat persembunyian para pendatang tanpa dokumen resmi.

Dengan pergerakan yang cepat dan terukur, petugas imigrasi langsung mengepung lokasi sasaran guna memastikan tidak ada penghuni yang meloloskan diri dari pemeriksaan petugas.

Aksi penggerebekan yang terbagi dalam Ops Gegar dan Ops Sapu ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada Minggu, 20 Oktober hingga Senin, 21 Oktober.

Operasi berskala intensif tersebut difokuskan di empat lokasi bilik sewa yang terletak di lantai atas premis kedai di sekitar wilayah Bintulu, Sarawak.

Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pemantauan ketat serta laporan lapangan mengenai tingginya aktivitas WNI yang dicurigai tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah.

Dalam ketegangan operasi tersebut, sebanyak 14 pegawai imigresen diturunkan secara langsung untuk menyisir dan memeriksa total 40 individu yang berada di tempat kejadian.

Hasil pemeriksaan maraton mendapati 23 warga negara Indonesia resmi ditahan karena diduga kuat melanggar aturan keimigrasian yang berlaku di Malaysia.

Komposisi WNI yang terjaring dalam penyergapan tersebut terdiri dari 20 orang wanita dan tiga orang lelaki.

Tindakan hukum tegas ini diambil setelah para WNI yang terjaring disinyalir kuat melakukan berbagai bentuk kesalahan di bawah Akta Imigresen 1959/63 serta Peraturan-Peraturan Imigresen 1963.

Pihak Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Sarawak bertindak sebagai narasumber resmi yang mengonfirmasi bahwa seluruh prosedur pemeriksaan dan penahanan telah dijalankan sesuai dengan regulasi hukum yang berlaku di negara tersebut.

Baca Juga  Operasi Antik Marano 2026, Polres Majene Bekuk Tiga Tersangka Narkoba

Guna menjalani proses penyelidikan mendalam serta tindakan hukum lanjutan, seluruh WNI yang ditangkap langsung digiring menuju Depot Imigresen Bekenu.

Pengawasan ketat kini diberlakukan terhadap para tahanan sembari otoritas memproses status keimigrasian mereka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Penggerebekan ini sekaligus menjadi sinyal keras bagi para pendatang asing untuk selalu mematuhi aturan legalitas selama berada di wilayah Malaysia. (R)