TASIKMALAYA, Discoverynews.id — Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Batch 3 mengikuti kegiatan Spiritual Wellness bertajuk “Sacred Governance for Leader”, sebuah program pelatihan khusus bagi jajaran pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah, Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (06/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Asep menyampaikan bahwa kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu mengangkat materi tentang Spiritual Wellness atau penguatan kesehatan spiritual, sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pemerintahan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah dimulai sejak pagi dengan materi mengenai Spiritual Wellness. Bagaimana kita terus belajar untuk lebih dekat lagi kepada Sang Maha Pencipta,” ungkap Asep.
Ia menjelaskan, program pelatihan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintahan. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diikuti pejabat Eselon II dan para kepala desa. Kali ini, pelatihan diikuti ASN Batch 3 dari kalangan pejabat Eselon III.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan para peserta semakin memahami bahwa setiap langkah dan gerakan dalam menjalankan tugas pemerintahan harus senantiasa dilandasi nilai-nilai spiritual serta sikap berserah diri kepada Allah SWT.
Asep juga menekankan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah harus mampu memberikan manfaat nyata dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Semoga dari kegiatan ini kita semakin memahami bahwa setiap langkah dan gerakan yang kita lakukan harus selalu berserah diri kepada Allah SWT, sehingga segala urusan dimudahkan. Tentunya, dalam mengerjakan sesuatu harus betul-betul memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia pun mengaku merasakan suasana berbeda selama mengikuti kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Idrisiyyah.
“Ya, saya merasakan seperti menjadi santri lagi,” ungkapnya.
Melalui program Sacred Governance for Leader ini, diharapkan nilai-nilai spiritual dapat semakin tertanam dalam diri para aparatur pemerintah, sehingga menjadi landasan dalam menjalankan kepemimpinan, meningkatkan integritas, serta memberikan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. (UR)










