Hangatnya Perpisahan dan Silaturahmi Idul Fitri di Bapas Semarang


Semarang Discoverynews.id — Aula Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang dipenuhi suasana haru, hangat, dan penuh kekeluargaan dalam rangkaian kegiatan pelepasan purna tugas, pindah tugas pegawai, serta Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan penghormatan atas dedikasi para pegawai.

Acara dihadiri oleh Kepala Bapas Kelas I Semarang Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan (Kabid PK) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah M. Sussani, jajaran pejabat struktural dan fungsional, anggota Dharma Wanita Persatuan, serta peserta magang dan mahasiswa dari UIN Walisongo Semarang.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat dan menyejukkan, mengingatkan seluruh hadirin akan pentingnya nilai keikhlasan, saling memaafkan, dan menjaga ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam momentum Idul Fitri.

Momen paling menyentuh terjadi saat pelepasan Joko Santoso, S.IP., Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Klien Dewasa, yang resmi memasuki masa purna tugas terhitung mulai 1 April 2026. Dalam sambutannya, Joko menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan selama menjalankan tugas di Bapas Semarang. Ia juga berpesan agar seluruh pegawai tetap menjaga hubungan baik yang telah terjalin.

“Selama ini kita sudah seperti keluarga. Saya berharap silaturahmi ini tidak terputus meskipun saya telah memasuki masa purnabakti,” ungkapnya dengan penuh haru.

Selain pelepasan purna tugas, acara juga dirangkaikan dengan perpisahan Agus Setiawan, S.H., M.H., yang mendapatkan amanah baru sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Pertama di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan apresiasi atas dukungan, kerja sama, dan kebersamaan yang telah ia rasakan selama bertugas.

“Saya banyak belajar dan mendapatkan pengalaman berharga di sini. Terima kasih atas kebersamaan yang luar biasa,” tuturnya.

Kepala Bapas Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada kedua pegawai tersebut. Ia menegaskan bahwa dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi serta menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran.

“Pengabdian yang telah diberikan bukan hanya sekadar tugas, tetapi juga wujud komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ini patut menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa mutasi dan purna tugas merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus disikapi dengan positif, sebagai bentuk regenerasi dan pengembangan sumber daya manusia.

Memasuki sesi berikutnya, tausiah yang disampaikan oleh K.H. Achmad Kisyanto, S.H., M.H. semakin memperkuat makna kegiatan. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki hubungan antarsesama, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana untuk membersihkan hati, mempererat persaudaraan, dan membangun kebersamaan yang dilandasi nilai keikhlasan,” pesannya.

Sebagai puncak acara, seluruh pegawai dan tamu undangan saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan. Suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa saat satu per satu saling menyapa dan bermaafan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada pegawai yang purna tugas dan pindah tugas sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi yang telah diberikan. Momen ini menjadi simbol terima kasih sekaligus kenang-kenangan atas pengabdian mereka selama ini.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Para pegawai tampak saling berbincang, berbagi cerita, serta mempererat hubungan yang telah terjalin.

Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas I Semarang tidak hanya melaksanakan agenda seremonial, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai kebersamaan, penghargaan, dan persaudaraan. Momentum Idul Fitri dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat solidaritas serta membangun semangat baru dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan ke depan.

Yanuar


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *