Panen Harapan dari Balik Jeruji: Lapas Pemuda Plantungan Kembangkan Budidaya Stroberi untuk Bekal WBP


Kendal discoverynews.id — Upaya pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Plantungan kembali menunjukkan inovasi. Melalui program pertanian produktif, lapas ini melaksanakan penanaman perdana stroberi sebagai bagian dari pembekalan keterampilan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Sabtu (4/4).

Kegiatan yang berlangsung di area pembinaan pertanian lapas tersebut diikuti oleh petugas dan WBP dengan penuh semangat. Sejak pagi, mereka bersama-sama menyiapkan lahan, mengolah media tanam, hingga menanam bibit stroberi yang telah dipilih secara selektif.

Penanaman dilakukan dengan metode budidaya hortikultura yang terarah, dimulai dari pengaturan jarak tanam, pemilihan media yang sesuai, hingga teknik penanaman yang memperhatikan kondisi lingkungan. Hal ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah dengan kualitas yang baik.

Kepala Lapas Pemuda Plantungan, Suharno, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lapas dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga pada peningkatan keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi.

“Program ini kami rancang sebagai sarana pembelajaran langsung bagi warga binaan. Mereka tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga terlibat aktif dalam proses budidaya dari awal hingga panen. Ini penting sebagai bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Suharno.

Menurutnya, sektor pertanian dipilih karena memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan secara mandiri. Selain itu, pemanfaatan lahan di dalam lapas juga menjadi lebih produktif dan memberikan nilai tambah.

Lebih lanjut, Suharno menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembentukan karakter. WBP diajarkan untuk disiplin dalam merawat tanaman, bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, serta mampu bekerja sama dalam tim.

Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan pendampingan intensif kepada WBP. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bibit unggul, teknik penanaman yang benar, sistem penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama secara sederhana. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan praktis para WBP.

Antusiasme terlihat jelas dari para warga binaan yang terlibat. Mereka aktif mengikuti arahan, berdiskusi, serta saling bekerja sama dalam proses penanaman. Bagi sebagian WBP, kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang memberikan wawasan sekaligus harapan untuk masa depan.

Salah satu warga binaan mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata. “Kami jadi belajar hal baru yang bisa dipakai nanti setelah bebas. Tidak hanya mengisi waktu, tapi juga menambah keterampilan,” ujarnya.

Program budidaya stroberi ini juga dirancang sebagai langkah awal untuk pengembangan komoditas hortikultura di lingkungan lapas. Ke depan, hasil panen diharapkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung keberlanjutan program pembinaan.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan dalam mengubah stigma terhadap warga binaan. Melalui pembinaan yang produktif dan inovatif, WBP diharapkan mampu kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih siap, mandiri, dan memiliki keterampilan.

Dengan berbagai program yang terus dikembangkan, Lapas Pemuda Plantungan berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata. Budidaya stroberi menjadi salah satu langkah kecil yang diharapkan dapat menghasilkan perubahan besar, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Yanuar


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *