NEWS, NTT  

Dosen Melecehkan Martabat Mahasiswa, Ketua Ikif :Pecat, Jangan hanya Ada Kata Maaf.


KUPANG, 24 April 2026

Ketua Umum Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF), Marsel Nomeni, mendesak Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang untuk segera mengambil sikap tegas dengan memecat oknum dosen yang diduga menghina mahasiswa dalam video yang beredar luas pada 22 April 2026 lalu.

Menurut Marsel, tindakan tersebut bukan pelanggaran biasa dan dinilai telah melanggar kode etik kampus apalagi kampus berbasis Kristen.

“Sebenarnya ini bukan pelanggaran biasa yang cukup diselesaikan dengan pernyataan permintaan maaf dari Rektor IAKN kepada publik. Ini penghinaan keras dan sangat melecehkan martabat mahasiswa. Dalam video, dosen itu memanggil mahasiswa ‘manusia bodoh, binatang’. Ini namanya kurang ajar dalam dunia akademik,” tegas Marsel, Jumat (24/4).

Marsel menilai, peristiwa dalam video tersebut bukan sekadar kesalahan biasa, melainkan bentuk kegagalan moral dalam menjalankan tugas sebagai dosen. Jika dibiarkan, hal ini dikhawatirkan akan terulang dan merusak reputasi seluruh sendi pendidikan di IAKN Kupang.

“Jika dalam satu ruangan kelas mahasiswa dibiarkan untuk dihina, maka IAKN sedang membiarkan pendidik memberikan penghinaan dan itu bisa menjadi budaya dalam kampus,” ungkapnya.

Ia menegaskan tidak ada ruang kompromi dalam kasus ini. Sanksi ringan seperti permintaan maaf dinilai hanya akan mempermalukan kampus di mata publik.

“Saya berharap segera pecat oknum dosen tersebut karena masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan. Jangan hanya bicara soal teguran keras atau pembinaan. Itu tidak pantas. Langkah yang harus ditempuh adalah segera pecat dosen tersebut. Kalau tidak, IAKN akan ikut bertanggung jawab atas penghinaan yang dilontarkan,” tegas Marsel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Rektorat IAKN Kupang terkait tuntutan tersebut. Video yang memicu kemarahan publik itu kini masih beredar dan menuai kecaman luas dari warganet.

 

 

Penulis : Om Yeko (Red)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *