Bathin Solapan, Bengkalis Discoverynews.id Minggu, 24 Mei 2026 — Suasana penuh kemegahan, haru, dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhirussanah serta perpisahan santri dan santriwati Pesantren Nurul TAUHID yang digelar di kawasan Simpang Lima, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Minggu (24/05/2026).
Kegiatan tahunan tersebut berlangsung sukses dan meriah dengan dihadiri para wali santri, tokoh masyarakat, alim ulama, dewan guru, serta tamu undangan yang memadati lokasi acara untuk menyaksikan momen istimewa pelepasan para santri dan santriwati.
Nuansa islami begitu terasa sejak awal kegiatan dimulai. Berbagai penampilan terbaik dari santri dan santriwati berhasil memukau para tamu undangan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pidato islami, hafalan Al-Qur’an, seni religi, hingga penampilan kreativitas siswa yang menggambarkan kualitas pendidikan di Pesantren Nurul TAUHID.
Ketua Yayasan, Roni, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh keluarga besar pesantren yang terus berjuang membangun pendidikan islami yang berkualitas di Kecamatan Bathin Solapan.

“Haflah Akhirussanah ini bukan hanya sekadar acara perpisahan, namun menjadi momentum lahirnya generasi islami yang berakhlak, cerdas, dan siap membawa manfaat bagi masyarakat, agama, serta bangsa. Kami bangga kepada seluruh santri dan santriwati yang telah berjuang menyelesaikan pendidikan mereka,” ungkap Roni di hadapan para tamu undangan.
Turut hadir Penasehat Yayasan Samsul Bahari yang memberikan dukungan dan motivasi agar Pesantren Nurul TAUHID terus berkembang menjadi lembaga pendidikan islami yang unggul dan dipercaya masyarakat.
Selain itu, pengawas yayasan yang diwakilkan oleh Asrisyah, S.H., bersama Kepala Sekolah Madrasah Aliyah (MA) Agustya Rahman, S.H.I., dan Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Indra Devi, S.Pd., turut menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, kedisiplinan, serta pembinaan karakter santri dan santriwati demi kemajuan Pesantren Nurul TAUHID di masa mendatang.
Kebersamaan dan kekompakan seluruh jajaran yayasan, tenaga pendidik, serta wali santri menjadi kekuatan utama dalam membangun pesantren yang mampu mencetak generasi muda islami yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, prosesi pelepasan santri dan santriwati, serta sesi foto bersama yang berlangsung penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan.
Reporter: utamyy
(Discoverynews.id)










