Polri Ajak Masyarakat Jaga Etika Berkomentar Demi Kerukunan di Media Sosial


JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menggencarkan kampanye literasi digital guna menciptakan ruang siber yang aman dan kondusif. Melalui pesan edukatif terbaru, Polri menekankan pentingnya adab dan kedewasaan dalam berinteraksi di platform media sosial.

Pesan utama yang diusung dalam sosialisasi kali ini bertajuk “Berkomentar dengan Baik, Jaga Kerukunan Media Sosial.” Langkah ini diambil menyusul masih tingginya potensi gesekan antarwarganet akibat perbedaan pandangan di ruang digital.

Dalam rilis visualnya, Polri mengingatkan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun, cara menyampaikan pendapat tersebutlah yang menjadi kunci menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

“Selisih paham itu biasa, sampaikan pendapat dengan dewasa,” tulis keterangan dalam pesan edukasi tersebut.

Upaya ini merupakan bagian dari transformasi menuju Polri yang PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Di bawah naungan Divisi Humas Polri, kampanye ini bertujuan meminimalisir cyber bullying, mencegah disinformasi, serta mempererat persatuan antarwarga di ruang digital.

Polri juga mengingatkan bahwa di balik setiap akun media sosial terdapat sesama warga negara yang harus dihormati. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak sebelum menulis komentar maupun membagikan informasi.

Menariknya, kampanye ini turut menampilkan logo D-8 Indonesia 2026-2027, yang menunjukkan bahwa upaya menciptakan iklim digital sehat juga menjadi perhatian dalam kerja sama internasional negara-negara berkembang.

Polri berharap masyarakat dapat menjadi “polisi bagi diri sendiri” saat berselancar di internet. Dengan menjaga etika dan menggunakan media sosial secara bijak, kerukunan bangsa diyakini akan tetap terjaga di tengah derasnya arus informasi.

Red


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *