Nganjuk Discocerynews- Sebuah gedung besar dua lantai di pinggir Jalan Raya Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk menjadi perbincangan warga.
Bangunan megah berbentuk huruf L yang dikenal dengan nama ‘Extra Center’ itu disebut-sebut pernah dipersiapkan menjadi malnya Nganjuk.
Pantauan di lokasi, bangunan tersebut mangkrak dan terbengkalai. Halaman depannya dipenuhi tanaman liar. Sebagian pagar terlihat roboh. Pada dinding bangunan juga terdapat tulisan pemberitahuan bahwa tanah dan bangunan dilelang oleh sebuah bank swasta.
Junaidi (55), warga Kelurahan Warujayeng yang memiliki sawah di sebelah gedung tersebut mengatakan, bangunan itu sempat dibuka sekitar tahun 2019. Saat itu, menurut dia, gedung tersebut diisi berbagai macam barang layaknya toko swalayan besar.
“Dulu sempat buka sebentar, tapi belum sampai setahun sudah tutup,” ujar salah warga yang tinggal di sebelah bangunan gedung Senin (11/5/2026).
Menurut Junaidi, warga sekitar banyak yang menyebut bangunan itu sebagai mal, karena ukuran gedungnya besar dan mencolok dibanding bangunan lain di sekitarnya.
Perbincangan soal gedung itu kembali ramai setelah seorang warga mengunggah foto bangunan tersebut di media sosial pada Sabtu (9/5/2026). Dalam unggahan itu tertulis caption “Mall Nganjuk Extra Center, sekarang tinggal kenangan”.
Unggahan tersebut kemudian viral dan memancing beragam komentar netizen. Sebagian besar juga menyebut gedung itu sebagai mal yang gagal beroperasi.
Sementara Plt Kepala Kelurahan Warujayeng, Okky Rio Andika Putra dan juga disampaikan oleh perangkat kelurahan warujayeng, mengatakan ke Discoverynews bahwa bangunan tersebut merupakan milik seorang pengusaha asal Kecamatan Tanjunganom. Lokasinya berada sekitar 200 meter di utara kantor kelurahan.
Menurut perangkat kelurahan warujayeng, gedung itu sebenarnya belum pernah diresmikan sebagai pusat perbelanjaan.
“Dulu sekitar tahun 2019 sampai 2020, beberapa stan memang sempat disewa untuk toko HP. Tapi hanya berjalan beberapa bulan lalu tutup. Jadi belum pernah terisi penuh dan belum pernah launching,” jelas perangkat kelurahan
Saat ini, bangunan tersebut masih dalam status dijual. Namun belum laku sehingga tetap kosong dan tidak terawat.
Selain dikenal sebagai bangunan mangkrak, gedung itu juga kerap dikaitkan dengan cerita mistis oleh warga sekitar.
“Banyak warga sekitar yang menganggap lokasi itu angker,” katanya.
( Tri)












