KUPANG, 21 Mei 2026 – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Kupang mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadikan kunjungan kerjanya ke Nusa Tenggara Timur sebagai momen penyelesaian persoalan infrastruktur di Amfoang, bukan sekadar agenda seremonial.
Presidium GERMAS PMKRI Kupang, Yido Manao, mengatakan masyarakat Amfoang sudah terlalu lama dibiarkan hidup dalam keterisolasian. Ia menilai kunjungan pejabat pusat ke NTT selama ini belum melahirkan perubahan nyata.
“Jangan sampai kunjungan Wakil Presiden hanya sebatas datang, melihat, lalu pulang tanpa meninggalkan progres yang jelas. Sudah berkali-kali pejabat pusat datang ke NTT, baik wakil presiden maupun menteri, tetapi persoalan mendasar masih diabaikan,” tegas Yido, Kamis [21/5/2026].

PMKRI Kupang menyoroti kondisi jalan rusak parah dan krisis BBM di Amfoang yang terus memperparah akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi kebutuhan dasar. Kondisi itu, kata Yido, menjadi bukti lemahnya perhatian pemerintah terhadap wilayah perbatasan tersebut.
“Pemerintah tidak boleh terus menormalisasi keterisolasian masyarakat Amfoang seolah-olah mereka bukan bagian penting dari republik ini,” ujarnya.


Ia meminta Wapres turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil infrastruktur Amfoang. Menurutnya, kunjungan tanpa peninjauan langsung hanya akan mengulang pola lama yang tidak berdampak pada masyarakat.
“Kami mendesak Wakil Presiden untuk turun langsung melihat kondisi infrastruktur di Amfoang. Jangan menganggap Amfoang seperti wilayah kosong yang tidak dihuni rakyat. Di sana ada masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan menunggu kehadiran negara secara nyata,” tutup Yido.
PMKRI Kupang berharap kunjungan Wapres kali ini berujung pada instruksi konkret kepada pemerintah provinsi dan pusat untuk segera memperbaiki akses jalan dan memastikan ketersediaan BBM di Amfoang.
(Om Yekho/Red)












